Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Kapolda Jatim Siap Kawal Check Point Kesehatan Hewan

Sabtu 28 May 2022 06:30 WIB

Red: Friska Yolandha

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ir Bambang melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur,  Irjen Pol Nico Afinta di Surabaya, Jumat (27/5/2022).

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ir Bambang melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur,  Irjen Pol Nico Afinta di Surabaya, Jumat (27/5/2022).

Foto: Kementan
Barantan menjaga 957 tempat lalu lintas hewan dan tumbuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ir Bambang mengapresiasi dukungan jajaran Polda Jatim atas pengawalan yang diberikan kepada petugas Karantina Pertanian dalam rangka pengawasan kesehatan dan keamanan hewan. Jajarannya menjaga lalu lintas hewan, tumbuhan dan produknya di 957 tempat pemasukan atau pengeluaran, baik bandar udara, pelabuhan laut dan pos lintas batas negara yang telah ditetapkan negara.

Hal ini disampaikan Bambang dalam audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur,  Irjen Pol Nico Afinta di Surabaya, Jumat (27/5/2022). Pengawasan ini dilakukan sejak pemberlakuan wabah PMK di 4 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur oleh Menteri Pertanian pada 5 Mei 2022 lalu.

Baca Juga

"Kondisi wabah ini perlu mendapat dukungan penuh. Tugas kami adalah menjaga daerah bebas tetap bebas, sementara yang tertular harus kita isolasi agar tidak menyebar," kata Bambang.

Menurut Bambang, jajarannya menjaga lalu lintas hewan, tumbuhan dan produknya di 957 tempat pemasukan atau pengeluaran, baik bandar udara, pelabuhan laut dan pos lintas batas negara yang telah ditetapkan negara. "Untuk pengawasan wabah PMK masih diperlukan penjagaan di Pos Pemeriksaan Kesehatan Hewan, atau check point. Dan ini dikelola oleh otoritas veteriner baik Provinsi dan Kabupaten. Dan ini diperlukan penguatan pengawasan oleh Jajaran Polda," papar Bambang.

Merespons hal ini, Kapolda Jatim menyebutkan pihaknya siap berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk dengan Barantan. "Belajar dari penanganan Covid, untuk masalah PMK koordinasi dengan berbagai pihak dan komunikasi ke masyarakat adalah hal penting. Agar ada persamaan persepsi sehingga dampak ekonomi dan lesehatan hewan dapat dikendalikan," kata Nico.

Pihaknya siap mendukung dengan memberikan pengawalan termasuk dalam penegakan hukum. Turut hadir mendampingi Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Wisnu Wasisa Putra, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sri Sukarsih dan jajaran pimpinan di Polda Jatim.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA