Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Sejumlah Tokoh Kenang Sosok Buya Syafii dalam Takziah Virtual

Sabtu 28 May 2022 17:30 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Sejumlah Tokoh Kenang Sosok Buya Syafii dalam Takziah Virtual. Foto: Presiden Jokowi saat bertakziah dan menyampaikan belasungkawa wafatnya almarhum Buya Syafii Maarif di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Jumat (27/5).

Sejumlah Tokoh Kenang Sosok Buya Syafii dalam Takziah Virtual. Foto: Presiden Jokowi saat bertakziah dan menyampaikan belasungkawa wafatnya almarhum Buya Syafii Maarif di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Jumat (27/5).

Foto: dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presi
Buya Syafii menginspirasi banyak orang.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sejumlah tokoh bangsa dan masyarakat mengenang sosok Buya Syafii Maarif dalam Takziyah Virtual Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif yang digelar PP Muhammadiyah, Jumat (27/5/2022). Dalam acara tersebut semua saling mengenang dan berdoa kepulangan Buya ke sisi Allah SWT. 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa  sebagaimana telah menjadi kesaksian bangsa Indonesia bersama hari ini, Indonesia telah kehilangan Buya Syafii yg menjadi tokoh umat, bangsa, Muhammadiyah dan menjadi teladan hingga hari terakhirnya. 

Baca Juga

"Atas nama PP Muhammadiyah,  kami ucapkan terima kasih kepada presiden, pejabat negara, tokoh masyarakat, yang telah menunjukkan kecintaannya kepada Buya dengan bertakziyah dan berdoa serta menunjukkan dukacita dalam berbagai cara," kata Prof Haedar.  

Selain menyampaikan dukacita yang mendalam, Prof Haedar pun menceritakan kronologis dan juga kenangan di hari-hari terakhir Buya Syafii bersamanya dan juga para kolega. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap RS PKU Muhammadiyah Gamping yang sudah berusaha melakukan ikhtiar medik dan lahiriah dalam merawat Buya Syafii. 

Menjelang akhir hayat, dia melanjutkan, Buya Syafii yang lahir pada 31 Mei 1935 itu secara lahiriah merupakan sosok yang bugar, sehat, dan mandri. Bahkan, Buya Syafii merupakan pribadi yang gemar berolahraga dan menjaga kebugaran. 

"Olahraganya baik bahkan masih sering bersepeda di Jogja," kata Prof Haedar. 

Namun pada tahun 2022 ini, dia melanjutkan, Prof Haedar jatuh sakit sebanyak dua kali dan langsung ditangani di RS PKU Muhammadiyah Gamping.  Sakit yang pertama bulan Maret lalu dan sempat dibolehkan pulang. Saat pulang, pada tanggal 26 Maret Buya Syafii sempat dijenguk Presiden Jokowi. 

Namun pada tiga hari lalu, dia melanjutkan, Buya Syafii sempat merasakan sakit merasa sesak yang kemudian segera dilakukan perawatan dan direncanakan dilakukan pemasangan ring. Pihaknya pada tanggal 18 Mei sempat berkomunikasi Buya Syafii dan beliau menerima keadaan kesehatannya dengan pasrah. 

"Semalam memang kondisinya agak menurun tapi masih bisa ditangani, Jumat pagi saya ada tugas ke Garut. Kami pagi-pagi berangkat jalan ke Bandung lewat jalur darat. Lalu sampai Klaten kami dapat info kesehatan Buya menurun dan segera kami balik ke Jogja. Saya sempat setengah jam menemani beliau hingga menghembuskan nafas terakhir," ujar dia. 

Sebelum menghembuskan nafas terakhir,  Prof Haedar mengenang bahwa Buya sempat minta dipesankan pemakaman di pemakaman Muhammadiyah. Permintaan itu nyatanya merupakan permintaan serius dari Buya Syafii dan segera ditindaklanjuti dan tiga hari kemudian dilaksanakan proses administrasi. 

"Barangkali, permintaan beliau tersebut merupakan bagian dari betapa persambungan jiwanya, seolah ada pertanda beliau siap dipanggil Allah SWT," kata dia. 

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga turut menyampaikan belasungkawanya. "Innalillahi, Innalillahi, Innalillahi. Saya sampaikan duka yang mendalam atas berlulangnya Buya Syafii. Tokoh agama, bangsa, dan guru bangsa," kata Menag.  

Pihaknya mengenang sosok Buya Syafii sebagai sosok yang teladan sederhana. Yang tidak pernah ia lupa adalah saat Buya Syafii menyampaikan pidato di arena Kongres GP Anshor, pada 2015 silam. Pada kesempatan itu Buya Syafii memuji gerakan Pemuda Anshor yang dapat menggelar kongres dengan lancar dan damai. 

"Kongres ini bisa dijadikan contoh kepada generasi tua, begitu kata Buya," ujar dia. 

Hal itu dinilai sebagai sebuah sikap Buya yang berusaha mengajarkan bahwa dalam kondisi sekeras apapun perbedaan, maka semua harus diselesaikan dengan baik. Di matanya, Buya Syafii bukan hanya seorang intelektual, tapi juga ulama dan kiai yang menginspirasi banyak orang. 

"Buya juga menginspirasi saya dalam menjaga NKRI dan kerukunan antarumat beragama," ugkap dia. 

Ketua Umum PBNU KH Yahya Tsaquf mengatakan, kepergian Buya Syafii bukan  hanya kehilangan bagi keluarga besar Muhammadiyah melainkan seluruh bangsa termasuk keluarga besar Nahdliyin. Pihaknya mengenang bahwa perkenalannya dengan sosok Buya Syafii telah lama dan telah menginspirasinya. 

"Saya kenal Buya sejak tahun 80-an, sebelum Buya menjadi Ketum PP Muhammadiyah. Saat itu saya masih anak muda yang belum mengerti arah. Maka mengenal dan melihat sosok beliau saya merasa terayomi. Kami yakin bahwa segala hikmah dan maslahah yg dihadirkan oleh buya, kata-kata dan tindakan beliau, sungguh merupakan pancaran langsung dari sikap beliau yg tulus," ujar dia. 

KH Musthafa Bisri (Gus Mus) turut mengenang sosok Buya Syafii. Menurut dia, akan sangat mudah bagi orang untuk bersikap sederhana, jujur, dan mempunyai tekad perjuangan untuk agama. Namun yang sulit adalah terus bersikap seperti itu dengan istiqomah. 

"Buya Syafii merupakan sosok yang istiqomah menjadi guru bangsa, istiqomah menjadi teladan umat. Keistiqomahan ini menyebabkan saya yakin Buya Syafii yang merupakan milik bangsa ini adalah walliyun min waliyullah," kata Gus Mus. 

Menurutnya, Buya Syafii tidak pernah ditundukkan rasa takut dan kesedihan. Buya tak pernah takut terhadap kemeralatan dan tidak takut dihinakan orang, satu-satunya yang ditakutkan Buya adalah Allah SWT. 

"Beliau dicintai orang banyak. Itu karena Allah mmberitahukan kepada malaikat Jibril bahwa Allah mencintainya, kemudian malaikat Jibril memberitahu pada malaikat lain dan malaikat-malaikat lain memberitahu seluruh manusia. Indonesia menangis, sementara saya membayangkan beliau sedang tersenyum di tengah keharibaan-Nya," ujar dia. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA