Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Presiden Rusia Tekankan Siap Bantu Atasi Krisis Pangan Global

Jumat 27 May 2022 21:35 WIB

Red: Esthi Maharani

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya siap membantu mengatasi krisis ketahanan pangan global jika sanksi Barat yang dijatuhkan terhadap negaranya dicabut

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya siap membantu mengatasi krisis ketahanan pangan global jika sanksi Barat yang dijatuhkan terhadap negaranya dicabut

Putin mengatakan bahwa rantai pasokan dunia terganggu karena sanksi Barat

REPUBLIKA.CO.ID., MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (26/5/2022) mengatakan negaranya siap membantu mengatasi krisis ketahanan pangan global jika sanksi Barat yang dijatuhkan terhadap negaranya dicabut, kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

"Putin menekankan bahwa Federasi Rusia siap memberikan kontribusi signifikan untuk mengatasi krisis pangan melalui ekspor biji-bijian dan pupuk, asalkan pembatasan bermotif politik dari Barat dicabut," kata Putin dalam pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri Italia Mario Draghi.

Pemimpin Rusia mengatakan rantai pasokan telah terganggu karena Rusia telah terputus dari logistik global dan sistem keuangan oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), sehingga tidak mungkin bagi Rusia untuk mengangkut makanan, pupuk, dan melakukan transaksi keuangan.

"Ketika membahas masalah keamanan energi, pihak Rusia menegaskan niatnya untuk terus memastikan pasokan gas alam ke Italia dengan harga yang ditetapkan dalam kontrak," tambah pernyataan itu.

Putin dan Draghi juga berbicara tentang situasi di Ukraina, dan presiden Rusia memberi tahu perdana menteri Italia tentang langkah-langkah Rusia memulihkan kehidupan "di wilayah yang dibebaskan."

Barat telah memberlakukan serangkaian sanksi terhadap Rusia setelah perangnya di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari.

Selain korban jiwa dan eksodus jutaan orang yang mencari keselamatan di negara-negara Eropa lainnya, perang telah menyebabkan gangguan pada rantai pasokan pangan dunia karena kedua negara tersebut merupakan pengekspor gandum utama secara global.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA