Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

WHO: Cacar Monyet Harus Dikendalikan dengan Cepat

Sabtu 28 May 2022 00:02 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Indira Rezkisari

 Foto dari mikroskop elektron yang dipasok Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada 2003 memperlihatkan virus monkeypox penyebab cacar monyet. Belgia menerapkan aturan karantina 21 hari untuk penderita cacar monyet.

Foto dari mikroskop elektron yang dipasok Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada 2003 memperlihatkan virus monkeypox penyebab cacar monyet. Belgia menerapkan aturan karantina 21 hari untuk penderita cacar monyet.

Foto: Cynthia S. Goldsmith, Russell Regner/CDC via
Penularan cacar monyet namun jauh lebih lambat daripada virus lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (27/5/2022) mengatakan, pengendalian cacar monyet di negara-negara non-endemik harus dilakukan dengan cepat. Langkah ini perlu diambil untuk mengatasi meluasnya penyebaran cacar monyet.

"Kami pikir jika kami menempatkan langkah-langkah yang tepat sekarang, kami dapat mengatasinya dengan mudah," ujar Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan Bahaya Menular Global, Sylvie Briand.

Baca Juga

Briand menekankan, ada peluang untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Dia mendesak masyarakat agar tidak khawatir karena penularannya jauh lebih lambat daripada virus lain seperti virus corona.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Cacar WHO yang merupakan bagian dari Program Darurat WHO, Rosamund Lewis, mengatakan, saat ini tidak perlu vaksinasi cacar secara massal. "Investigasi kasus, pelacakan kontak, isolasi di rumah akan menjadi pilihan terbaik Anda," ujarnya.

Cacar monyet biasanya merupakan infeksi virus ringan, dan menjadi endemik di negara-negara Afrika. Tetapi penyebarannya mulai merambah ke negara-negara non-endemik seperti di Eropa dan Amerika Serikat, yang telah menimbulkan kekhawatiran. Sebagian besar kasus cacar monyet ditemukan pada pria muda yang sebelumnya tidak pernah bepergian ke Afrika.  

Sejauh ini, ada lebih dari 200 negara yang dikonfirmasi atau dicurigai terjangkit cacar monyet. Virus cacar monyet berasal dari primata dan hewan liar lainnya. Cacar monyet memiliki gejala demam, nyeri tubuh, kedinginan, dan kelelahan pada sebagian besar pasien. Orang dengan kasus yang parah dapat mengalami ruam di wajah, tangan, dan bagian tubuh lainnya. Sebelummya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengkhawatirkan penyebaran kasus cacar monyet.

"Ini menjadi perhatian karena jika menyebar, itu akan menjadi konsekuensi. Mereka belum memberi tahu saya tingkat paparannya, tetapi itu adalah sesuatu yang harus diperhatikan semua orang,” kata Biden.  

Monkeypox atau cacar monyet jarang diidentifikasi di luar Afrika. Penyakit cacar monyet ini termasuk dalam keluarga virus yang sama dengan cacar, dengan gejala lebih ringan. Orang yang terkena cacar monyet biasanya sembuh dalam dua hingga empat minggu tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Tetapi penyakit ini terkadang mematikan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA