Sabtu 28 May 2022 03:05 WIB

Kenali Tanda-Tanda Heat Stroke pada Jamaah Haji

Heat stroke pada jamaah haji bisa dicegah dengan banyak minum.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Muhammad Hafil
 Heat stroke pada jamaah haji bisa dicegah dengan banyak minum. Foto:  Seorang jamaah haji Indonesia asal Surabaya sedang meminum air dari botol di Terminal Syib Amir, Makkah, Jumat (26/7/2019). Dengan suhu udara yang panas di Makkah, mengharuskan jamaah haji untuk sering minum agar tidak dehidrasi.
Foto: Muhammad Hafil / Republika
Heat stroke pada jamaah haji bisa dicegah dengan banyak minum. Foto: Seorang jamaah haji Indonesia asal Surabaya sedang meminum air dari botol di Terminal Syib Amir, Makkah, Jumat (26/7/2019). Dengan suhu udara yang panas di Makkah, mengharuskan jamaah haji untuk sering minum agar tidak dehidrasi.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA - Heat Stroke atau serangan panas menjadi hal pertama yang diantisipasi tenaga kesehatan haji dalam menjalankan tugas. Untuk itu baik petugas dan jemaah haji diminta untuk dapat mengenali tanda tanda heat stroke.

“Jangan sampai mereka tidak menyadari bahwa sudah masuk dalam tahapan heat exhausted. Mereka harus mengenali gejala heat exhausted. Seperti pusing, mual terutama pada saat aktifitas di luar ruangan” tegas Kepala kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, dr. Muhammad Imran pada rapat koordinasi tim PPIH Bidang Kesehatan, Jumat (27/5/2022).

Baca Juga

Menurut dr. Imran ada kondisi sebelum orang dinyatakan mengalami heat stroke. Kondisi pertama adalah heat exhausted. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit kepala, keringat berlebihan, kulit terlihat pucat, lembab, dan terasa dingin, nafas cepat, mual, dan nyeri otot. Kondisi ini dapat diatasi dengan minum air yang cukup, mengganti elektrolit yang hilang, menyemprot tubuh dengan air dan beristirahat setidaknya 30 menit.

Kondisi yang lebih parah, saat orang mengalami heat stroke atau serangan panas. Merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas, karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. Terjadi peningkatan suhu badan dengan cepat hingga mencapai 41 derajat celcius dalam kurun waktu 10-15 menit, dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.

Heat Stroke atau serangan panas dapat memperberat kondisi orang yang sedang sakit dan menyebabkan kematian.

“Untuk itu upaya-upaya pencegahan harus gencar dilakukan, untuk petugas mulai dari edukasi cara menyemprot air, bagaimana cara melarutkan dan waktu yang tepat untuk minum cairan elektrolit. Sementara untuk jemaah, selalu melengkapi diri dengan APD dan jangan tunggu haus untuk minum” tambah dr Imran.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement