Jumat 27 May 2022 14:20 WIB

Hepatitis Akut, Masyarakat DIY Diminta Waspada

Satu kasus diduga hepatitis akut di Sleman masih harus melalui cek laboratorium.

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Ilham Tirta
Ilustrasi hepatitis akut.
Foto: Republika.
Ilustrasi hepatitis akut.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY meminta agar masyarakat waspada terhadap penularan hepatitis akut. Hal ini disampaikan Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyusul adanya satu kasus diduga hepatitis akut di Kabupaten Sleman, yang mana masih harus melalui cek laboratorium.

Aji menyebut, pihaknya belum dapat memastikan adanya kasus hepatitis akut ditemukan di DIY. Temuan dugaan hepatitis akut tersebut berawal dari salah satu pasien berumur satu tahun yang berasal dari Jawa Tengah, dan saat ini tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Sleman.

Baca Juga

"Setidaknya kita harus waspada karena sudah banyak peristiwa seseorang terkena (hepatitis akut) itu di beberapa tempat," kata Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (27/5/2022).

Aji menegaskan, penularan hepatitis ini sangat mudah. Untuk itu, masyarakat diminta tetap berhati-hati, meskipun saat ini kasus yang diduga hepatitis akut di DIY masih perlu pengecekan lebih lanjut.

"Keluarga, tetangga, saudara harus waspada. Kalau sampai ada yang terkena, harus hati-hati karena tingkat penularannya sangat mudah, karena katanya bisa lewat udara. Ini tentu harus hati-hati," ujar Aji.

"Kalau memang ada di Yogya, mungkin (kasusnya) dari luar kota, kepada tenaga kesehatan setempat harus betul-betul bisa menjaga biar tidak menular kemana-mana. Tapi kepastian sudah ada (kasus) atau belum sampai sekarang belum ada," jelas Aji.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus menggencarkan pencegahan hepatitis akut dari sekolah-sekolah. Khususnya dari jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP.

Kepala Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran SMP, Disdikpora Kota Yogyakarta, Hasyim mengatakan, pencegahan dilakukan salah satunya dengan sosialisasi secara masif terkait hepatitis akut di sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan bersama dengan dinas kesehatan.

"Kami mem-backup dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan dinas kesehatan terkait pencegahan (hepatitis akut) di sekolah-sekolah," kata Hasyim kepada Republika.co.id melalui sambungan telepon, Kamis (26/5/2022).

Pihaknya juga akan melakukan monitoring di sekolah-sekolah untuk mencegah dan mendeteksi adanya penularan penyakit ini di Kota Yogyakarta. Meskipun kasus hepatitis akut belum ditemukan, namun Hasyim tetap meminta masyarakat maupun sekolah tetap waspada.

"Kita monitoring ke sekolah-sekolah, kerja sama dengan dinas kesehatan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement