Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Satgas: 10 Provinsi Alami Kenaikan Kasus Covid-19 Mingguan Pekan Ini

Jumat 27 May 2022 13:12 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini

Juru Bicara Pemerintah untuk  Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Foto: Tangkapan Layar/Youtube Sekretariat Presiden
Kenaikan kasus Covid-19 pada 10 provinsi cenderung kecil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, jumlah provinsi yang mengalami kenaikan kasus mingguan pada pekan ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Pada 15 Mei, Satgas mencatat terdapat 24 provinsi yang mengalami kenaikan kasus mingguan di tengah penurunan kasus positif nasional.

Sedangkan per 22 Mei, hanya terdapat 10 provinsi yang mengalami kenaikan kasus tertinggi yakni Maluku, Lampung, NTT, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Aceh, Bengkulu, NTB, dan Gorontalo.

Baca Juga

“Terlebih pula jika pada 15 Mei terdapat 24 provinsi yang mengalami kenaikan kasus mingguan di tengah penurunan kasus positif nasional. Pada pekan ini provinsi yang mengalami penurunan kasus positif sudah jauh lebih sedikit,” kata Wiku dalam konferensi pers, Jumat (27/5/2022).

Meskipun demikian, kenaikan kasus pada provinsi-provinsi tersebut cenderung kecil yaitu pada kisaran 1 hingga 16 kasus dalam satu minggunya. Lebih lanjut, Wiku menyampaikan, kondisi kasus nasional saat ini terpantau masih terkendali pasca periode libur lebaran. Karena itu, ia menekankan agar penurunan kasus ini dapat terus dipertahankan.

“Data per 22 Mei 2022, menunjukkan bahwa saat ini kondisi kasus nasional masih tergolong terkendali pascaperiode libur dengan mobilitas dan aktivitas masyarakat yang tinggi,” kata Wiku.

Jika pada tiga pekan lalu kasus yang mulanya hanya bertambah sekitar 1.300 kasus, kemudian sedikit mengalami kenaikan menjadi 2.300 kasus. Namun pada pekan lalu angkanya kembali menurun pada kisaran 1.500 kasus.

Wiku menilai, kenaikan kasus yang terjadi tersebut cenderung tidak signifikan jika dibandingkan dengan kenaikan kasus yang terjadi pada periode libur panjang sebelumnya. Meskipun demikian, ia menilai masih ada faktor lain yang bisa mempengaruhi penambahan kasus, seperti adanya varian baru dan kekebalan komunitas.

Namun, terdapat tiga faktor kunci utama yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan yakni, perilaku hidup bersih dan sehat, kesadaran untuk dites ketika memiliki riwayat yang berisiko atau merasa bergejala, serta kesadaran mengisolasi diri ketika teridentifikasi positif.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA