Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Spanyol akan Beli Vaksin Usai Kasus Cacar Monyet Meningkat

Jumat 27 May 2022 07:35 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Foto yang dipasok CDC pada 1997 menunjukkan salah satu kasus cacar monyet di Republik Demokratik Kongo.  Ilmuwan masih belum mengerti penyebab kian banyaknya kasus cacar monyet terdeteksi di Eropa dan Amerika Utara pada 2022. Penyakit ini awalnya banyak ditemukan di Afrika.

Foto yang dipasok CDC pada 1997 menunjukkan salah satu kasus cacar monyet di Republik Demokratik Kongo. Ilmuwan masih belum mengerti penyebab kian banyaknya kasus cacar monyet terdeteksi di Eropa dan Amerika Utara pada 2022. Penyakit ini awalnya banyak ditemukan di Afrika.

Foto: CDC via AP
Kasus cacar monyet di Spanyol naik jadi 59 kasus

REPUBLIKA.CO.ID, OVIEDO -- Menteri Kesehatan Spanyol Carolina Darias mengumumkan negaranya akan membeli ribuan vaksin cacar dan antivirus yang dapat bekerja melawan cacar monyet, Rabu (25/5/2022) waktu setempat. Pembelian itu dilakukan melalui Uni Eropa.

Pengumuman itu muncul ketika kasus cacar monyet di Spanyol naik menjadi 59. "Semua kasus yang diidentifikasi di Spanyol tergolong ringan," Darias seperti dilansir laman Anadolu Agencies, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga

Spanyol adalah negara kedua yang paling terpengaruh oleh wabah virus yang tidak normal. Inggris telah mengkonfirmasi 78 infeksi cacar monyet.

Di Spanyol, pelacak kontak telah mengidentifikasi dua titik fokus utama penyebaran cacar monyet yakni di pemandian di Madrid dan festival di Kepulauan Canary.

Monkeypox atau cacar monyet adalah infeksi virus langka yang mirip dengan cacar manusia, meskipun lebih ringan. Virus itu pertama kali tercatat di Republik Demokratik Kongo pada 1970-an. Jumlah kasus di Afrika Barat telah meningkat dalam dekade terakhir.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA