Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Dinkes: Enam Kabupaten di Kalimantan Selatan Nol Kasus Covid-19

Jumat 27 May 2022 04:10 WIB

Red: Agus raharjo

Calon penumpang saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Pemerintah melalui Satgas Covid-19 kembali melonggarkan aturan bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah memiliki vaksinasi lengkap tidak perlu lagi melakukan skrining tes Covid-19 antigen maupun PCR. Republika/Putra M. Akbar

Calon penumpang saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Pemerintah melalui Satgas Covid-19 kembali melonggarkan aturan bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah memiliki vaksinasi lengkap tidak perlu lagi melakukan skrining tes Covid-19 antigen maupun PCR. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Masyarakat diimbau waspada karena masih ada penambahan kasus meskipun kecil.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN--Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan menyebutkan enam kabupaten di provinsi itu saat ini nol kasus Covid-19. Berdasarkan data, tidak ada pasien dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri yang dilaporkan.

"Data diperbaharui hari ini pukul 16.00 WITA dengan enam kabupaten tanpa kasus aktif Covid-19 yaitu Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tabalong, dan Tanah Bumbu," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr Diauddin di Banjarmasin, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga

Adapun kasus aktif tersisa 20 orang yang tersebar di Kota Banjarmasin 11 kasus, Kota Banjarbaru 2 kasus, Kabupaten Tanah Laut 3 kasus, serta Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Kotabaru masing-masing 1 kasus. Meskipun demikian, Diauddin mengingatkan masyarakat tetap waspada penularan Covid-19 karena faktanya masih saja terjadi penambahan kasus walaupun sangat kecil.

Misalnya, hari ini dilaporkan penambahan satu kasus di Kabupaten Tanah Laut. Sedangkan angka kesembuhan dan kematian tidak ada laporan. "Untuk itu, kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan diri dan juga protokol kesehatan terutama penggunaan masker ketika berada di ruang publik yang terdapat banyak orang," katanya.

Begitu juga di ruang tertutup dan transportasi publik sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo agar tetap memakai masker termasuk kelompok rentan seperti lansia dan komorbid serta bagi yang sedang menderita sakit flu. "Jadi kita jangan sampai euforia dengan kebijakan pelonggaran pemakaian masker. Sebaiknya tetap waspada lindungi diri dan keluarga dari penularan Covid-19 sampai pandemi ini benar-benar berakhir atau menjadi endemi," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA