Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Miliarder Ukraina akan Tuntut Rusia Karena Alami Kerugian Perang

Jumat 27 May 2022 03:20 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Tentara Rusia berpatroli di bagian yang hancur dari Pabrik Metalurgi Pekerjaan Besi & Baja Illich di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, Rabu, 18 Mei 2022. Miliarder Ukraina pemilik pabrik baja yang dibom Rusia akan ajukan ganti rugi perang. Ilustrasi.

Tentara Rusia berpatroli di bagian yang hancur dari Pabrik Metalurgi Pekerjaan Besi & Baja Illich di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, Rabu, 18 Mei 2022. Miliarder Ukraina pemilik pabrik baja yang dibom Rusia akan ajukan ganti rugi perang. Ilustrasi.

Foto: AP/AP
Miliarder Ukraina pemilik pabrik baja yang dibom Rusia akan ajukan ganti rugi perang

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Seorang miliarder Ukraina akan menuntut Rusia karena mengalami kerugian akibat perang. Rinat Akhmetov mengalami kerugian antara 17 miliar dolar AS hingga 20 miliar dolar AS akibat pengeboman yang menghancurkan pabrik baja miliknya di Mariupol. 

Pabrik baja Azovstal mengalami kerusakan parah akibat pengeboman dan penembakan oleh Rusia. Pabrik yang luas itu menjadi benteng pertahanan terakhir bagi pasukan Ukraina di Kota Mariupol. Pabrik Baja dan Besi Illich miliki Akhmetov rusak parah dalam serangan Rusia.

Baca Juga

"Kami pasti akan menuntut Rusia dan menuntut kompensasi yang layak untuk semua kerugian dan bisnis yang hilang," ujar Akhmetov.

Akhmetov merupakan pemilik perusahaan Metinvest, yang merupakan pabrik baja terbesar di Ukraina. "Biaya penggantian karena agresi Rusia adalah dari 17 hingga 20 miliar dolar AS. Jumlah akhir akan ditentukan dalam gugatan terhadap Rusia," kata Akhmetov.

Sejak invasi Rusia pada 24 Februari, Metinvest telah mengumumkan tidak dapat memberikan suplai pasokan sesuai kontrak. Sementara perusahaan Akhmetov lainnya, Grup SCM telah melayani kewajiban utangnya. Sementara produsen listrik milik Akhmetov, DTEK telah merestrukturisasi portofolio utangnya. 

Akhmetov mengatakan,dia tetap berada di Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai. Dia optimistis Ukraina bisa meraih kemenangan. "Kami percaya pada negara kami dan percaya pada kemenangan kami," kata Akhmetov.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA