Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

BIN Kejar Capaian Vaksinasi Booster di Sulawesi Utara

Kamis 26 May 2022 19:30 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) kepada pemudik (ilustrasi)

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) kepada pemudik (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Metode jemput bola terus digalakkan agar capaian vaksinasi booster di Sulut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus Covid-19 di Tanah Air terus mengalami penurunan, termasuk di provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan angka kesembuhan meningkat dan kasus baru menurun. Badan Intelijen Negara (BIN) memanfaatkan momentum itu dengan terus mengakselerasi capaian target vaksinasi di wilayah tersebut, terutama untuk vaksin booster. 

"Jajaran kami terus menggunakan metode jemput bola agar capaian vaksinasi booster di Sulut mengalami eskalasi yang signifikan," ujar Kepala BIN Daerah Sulut, Laksamana Pertama TNI Adriansyah, lewat siaran pers, Kamis (26/5/2022). 

Baca Juga

Di Sulut, kata dia, angka kesembuhan kasus Covid-19 meningkat dan kasus baru menurun. Berdasarkan data yang dia miliki, pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan isolasi tersisa 29 orang atau 0,06 persen dari seluruh kasus. 

Terkait upaya vaksinasi jemput bola, pihaknya baru saja melakukan vaksinasi di Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulut, dengan menggunakan dua metode. Pertama, dengan menyediakan sentra vaksinasi di puskesmas setempat, dan yang kedua dengan mendatangi rumah-rumah warga. 

"Dengan cara seperti ini, kita berharap mayoritas warga Sulut akan segera tervaksin dosis booster," jelas dia. 

Adriansyah menambahkan, vaksinasi booster yang jajarannya intensifkan dilakukan sebagai tahap lanjutan dari vaksinasi dosis primer yang kini sudah berada di atas 70 persen. Hal tersebut dilakukan supaya capaian target dosis primer dan booster bisa berada di angka yang sama. 

"Sejauh ini, capaian target vaksinasi di wilayah kami untuk dosis satu mencapai 89,69 persen dan dosis dua mencapai 66,53 persen. Atas hasil tersebut, kami gencarkan ke tahap vaksinasi booster supaya capaiannya bisa sama seperti vaksin dosis dan dua," terang dia. 

Dia juga meyakini, ikhtiar jajarannya dalam gelaran vaksinasi dapat menekan rasio kasus positif di wilayahnya secara signifikan. Dengan begitu, pandemi Covid-19 akan berakhir pada waktunya. 

"Kami optimistis, berbagai cara yang dilakukan Binda Sulut  bekerjasama dengan seluruh stakeholder dapat menekan laju penularan Covid-19 dan memertahankan positivity rate di bawah satu persen, sehingga kita bisa menyongsong pandemi ini menuju endemi secara cepat," kata dia. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA