Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Kegiatan Dakwah Bergeliat Seiring Pelonggaran Protokol Covid-19

Kamis 26 May 2022 16:02 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Dakwah islamiyah (ilustrasi).

Dakwah islamiyah (ilustrasi).

Foto: blogspot.com
Kegiatan dakwah sudah mulai berjalan dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bahwa kegiatan dakwah sudah mulai kembali aktif seiring pelonggaran protokol Covid-19. Meski demikian, para dai diimbau untuk selalu menyampaikan pesan pentingnya menjaga kesehatan kepada umat.

Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Ahmad Zubaidi, mengatakan, setelah ada pelonggaran protokol pencegahan Covid-19, kegiatan dakwah sudah mulai berjalan dengan baik. Terutama yang sudah sangat nampak sekali adalah pelaksanaan sholat Jumat yang sudah normal.

Baca Juga

"Sehingga para dai-dai kita pun sudah kembali bertugas menjadi khotib-khotib di berbagai tempat, kegiatan kajian-kajian di masjid sudah mulai berlangsung secara normal," kata Kiai Zubaidi kepada Republika, Kamis (26/5/2022).

Ia menambahkan, pengajian-pengajian yang terbuka di beberapa tempat juga sudah mulai, walau belum seramai ketika sebelum pandemi Covid-19, karena sekarang PPKM belum berakhir sepenuhnya. Tapi kegiatan dakwah sudah mulai bergeliat, para dai sudah mulai melaksanakan kegiatan dakwahnya.

Kiai Zubaidi mengatakan, para dai sebaiknya tetap memberikan pendidikan kepada masyarakat bahwa menjaga kesehatan itu penting. Meski pun Covid-19 sudah mereda, tentu kewaspadaan harus tetap dijaga karena Covid-19 belum betul-betul hilang dari bumi Indonesia dan dunia.

"Di samping Covid-19, banyak juga penyakit lain yang perlu diwaspadai di tengah-tengah kerumunan, karena itu penggunaan masker kalau masih menjadi tradisi masih bagus, terutama bagi mereka yang sakit seperti terkena flu dan batuk, bagi mereka yang sakit diharapkan tetap menggunakan masker," ujarnya.

Kiai Zubaidi mengatakan, bagi mereka yang sehat dan kembali normal, maka terserah kepada yang bersangkutan apakah nyaman memakai masker atau tidak.

Ia menambahkan, intinya para dai dalam berdakwh di samping terus mengajarkan ilmu agama dengan benar, terus memberikan motivasi untuk semakin banyak mendekatkan diri kepada Allah, dan memperbanyak amal ibadah.

"Juga hal yang berkaitan dengan kesehatan menjadi pesan yang sangat penting agar umat ini sehat rohani dan jasmaninya," jelas Kiai Zubaidi.

Ia mengatakan, para dai juga senantiasa memberikan dakwah ke jamaahnya tentang pembelajaran dari Covid-19 ini, dan pentingnya menjaga kesehatan serta merekatkan ikatan sosial di tengah masyarakat. Sehingga kalau ada musibah bisa saling membantu, bisa saling berempati dan tidak egois.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA