Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Tren Mobil Bekas Bakal Bergeser, Apa yang Nge-Tren?

Kamis 26 May 2022 18:41 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi sentra penjualan mobil bekas.

Ilustrasi sentra penjualan mobil bekas.

Foto: Republika/Wihdan
Infrastruktur jalan yang semakin bagus membuat tren mobil bekas bergeser.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Penjualan mobil bekas akan bertransisi dari mobil yang mampu mengangkut banyak penumpang, Multi Purpose Vehivle (MPV), ke arah Sport Utility Vehicle (SUV) pada tahun 2022. Hal ini diungkap oleh Director Classified and New Business OLX Autos Indonesia, Agung Iskandar.

Agung Iskandar bilang, berdasarkan data OLX Autos menunjukkan bahwa tren penjualan mobil bekas yang bergeser dari MPV  ke SUVsudah terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga

"Pada 2019 MPV masih jadi pilihan terbaik di segmen mobkas. Tapi pada tahun 2022, market share turun dan digantikan oleh SUV yang meningkat hingga 31 persen dari yang sebelumnya hanya 25 persen," ungkap Agung Iskandar di Jakarta pada Rabu (25/5/2022).

Perubahan yang terjadi itu, kata Agung, dikarenakan infrastruktur jalan yang sudah semakin membaik. Alhasil, konsumen cenderung memilih SUV untuk menikmati perjalanan ke berbagai daerah.

"Karena infrastruktur yang semakin baik, jadi mereka sekarang lebih gemar untuk mengeksplorasi tempat baru," kata dia.

OLX Autos mencatat, pergeseran segmentasi juga terjadi di segmen hatchback dan Low Cost Green Car (LCGC) yang cukup signifikan dari 2019 dan 2022."Hatchback turun karena disaingi oleh tren kendaraan yang murah seperti segmen LCGC. Meski begitu, minat beli untuk kendaraan bekas murah selalu punya penggemarnya sendiri," jelas dia.

Segmen yang paling terendah masih dipegang oleh varian sedan. Pasar kendaraan bekas dari segmen itu hanya memiliki pencapaian yang tidak lebih dari 5 persen di 2019 dan pada 2022 turun 1 persen menjadi 4 persen di 2022.

"Sedan tetap ada peminatnya, namun di lima tahun terakhir memang turun terus," ucap dia.

Berbicara kendaraan yang sempat menjadi primadona pada tahun 1990-an, segmen itu memang hanya dipilih oleh konsumen loyalis dan gemar dengan kendaraan yang tidak begitu tinggi."Walau saat ini menjadi segmen yang paling kecil, tapi tetap ada peminat setianya kebanyakan dari kalangan muda dan juga eksekutif," ujar dia.

Dalam hal ini, dirinya juga melihat bahwa kehadiran kendaraan yang memiliki desain-desain yang mewah dan sporty sering merangkul kalangan papan atas dengan tingkat kenyamanan yang cukup baik di dalamnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA