Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Partai Nasdem tidak Usung Kader Internal pada Pilpres 2024

Kamis 26 May 2022 14:42 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali. Partai Nasdem tidak akan mengusung kader internalnya di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Ilustrasi. Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali. Partai Nasdem tidak akan mengusung kader internalnya di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Partai Nasdem akan menjaring kader dan anak bangsa yang memiliki gagasan, kemampuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Nasdem tidak akan mengusung kader internalnya di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Ali mengatakan, hal tersebut telah ditegaskan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam pertemuan DPP Partai Nasdem dengan Forum Pemred, kemarin di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

"Kemarin dalam forum pemred ketua umum sudah membuat penegasan bahwa tahun 2024 ini Nasdem tidak akan mengusung internal," kata Ahmad kepada Republika, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga

Ahmad mengatakan, Partai Nasdem lebih menjaring kader dan anak-anak bangsa yang memiliki gagasan, kemampuan, dan visioner. Selain itu, hal yang juga tak kalah penting bagi Nasdem adalah calon yang diusung nantinya mampu membuat Indonesia lebih baik, menjaga NKRI dan menghindari politik identitas. 

Siapa calon yang akan diusung Partai Nasdem? Ahmad enggan berkomentar. Menurutnya, hal tersebut akan diputuskan ketua umum setelah Partai Nasdem menggelar rakernas. 

"Ketua umum yang punya kewenangan untuk menentukan calon presiden," ujarnya. 

Partai Nasdem akan menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada pertengahan Juni mendatang. Dalam rakernas tersebut DPP Partai Nasdem akan menghasilkan sejumlah nama yang akan direkomendasikan untuk diusung capres oleh Nasdem. 

"Jadi rekomendasi itu adalah rekomendasi terhadap beberapa nama calon, yang nanti akan kita rumuskan tetapkan dalam rakernas apakah merekomendasikan kepada tiga nama atau lima nama, dari situ nanti rakernas tidak akan memutuskan siapa calon presiden tapi merekomendasikan beberapa nama  yang kemudian diputuskan oleh ketua umum setelah membangun komunikasi politik tentunya dengan partai-partai politik," ucapnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA