Kamis 26 May 2022 04:42 WIB

AS Roma Juara Liga Konferensi, Rekor Mentereng Mourinho di Final Kompetisi Eropa Berlanjut

AS Roma mengalahkan Feyenoord 1-0 di Liga Konferensi Eropa.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah
Pelatih AS Roma Jose Mourinho (kedua kiri) meluapkan kegembiraan bersama para stafnya seusai membawa Roma menjuarai Liga Konferensi Eropa mengalahkan Feyenoord di final.
Foto: EPA-EFE/Malton Dibra
Pelatih AS Roma Jose Mourinho (kedua kiri) meluapkan kegembiraan bersama para stafnya seusai membawa Roma menjuarai Liga Konferensi Eropa mengalahkan Feyenoord di final.

REPUBLIKA.CO.ID, TIRANA -- AS Roma menorehkan catatan impresif pada ajang Liga Konferensi Eropa musim 2021/22, sebuah kompetisi baru di bawah naungan UEFA. Roma tampil sebagai pemenang. Armada Giallorossi menaklukkan Feyenoord pada partai final. Wakil Italia itu unggul 1-0 di Stadion Air Albania, Tirana, Kamis (26/5/2022) dini hari WIB.

Prestasi I Lupi tak terlepas dari tangan dingin sosok pelatih bernama Jose Mourinho. Banyak suara mengatakan Mourinho telah habis. Saat ini, kiblat sepak bola seolah terfokus pada Juergen Klopp dan Pep Guardiola.

Baca Juga

Namun Mou masih bisa membuktikan sentuhannya di lapangan. Ia mengangkat martabat tim tanpa tradisi besar di Benua Biru seperti Roma. 

Secara pribadi, ia meneruskan rekor positif. Pria Portugis itu selalu menang ketika berlaga di final Eropa. Ia membawa FC Porto menjuarai Piala UEFA (2002/03) dan Liga Champions (2003/04). Ia kembali mengangkat trofi si Kuping Lebar bersama Inter Milan (2009/10).

Setelahnya, Mourinho berjaya di Liga Europa bersama Manchester United (2016/17). Teranyar, ia bersama Roma menjuarai Liga Konferensi Eropa. 

Sang arsitek tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia sempat menyapa penonton ketika duel di Stadion Air Albania berakhir. Setelahnya, sosok yang menjuluki dirinya the Special One itu memeluk anak asuhnya satu persatu. Ia juga melakukan hal serupa pada staf La Magica.

Pertama kalinya Roma meraih trofi mayor di Eropa. Bersamaan dengan itu, Mourinho melanjutkan tradisi kemenangannya di Benua Biru. 

Sebuah pesan positif diterima Romanisti di seluruh dunia. Mereka telah memiliki tim pemenang. Dikutip dari Football Italia, sekitar 50 ribu tifosi Giallorossi yang tidak bertandang ke Albania, menonton lewat layar raksasa di Stadion Olimpico. Bisa dibayangkan suasana semarak di ibu kota negeri Spageti ini.

Roma belum memiliki tradisi mentereng seperti sejumlah raksasa Italia dan Eropa lainnya. Namun fanatisme pendukung mereka merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement