Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Tak Punya Parpol, Mungkinkah Anies Maju di Pilpres? Ini Kata Pengamat

Rabu 25 May 2022 20:54 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawatiar/ Red: Teguh Firmansyah

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Foto: Dok Satgas Covid-19
Anies dinilai masih berpeluang untuk maju di Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat publik Karyono Wibowo menilai meski Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukan anggota partai politik (parpol), namun masih ada celah baginya untuk maju pada pilpres 2024. Semua ditentukan oleh elektabilitas Anies dan jika parpol tak memiliki calon presiden (capres) internal.

Karyono mengakui, saat ini belum ada partai politik yang secara resmi mendeklarasikan atau mengumumkan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden atau calon wakil presiden untuk pemilu 2024.  Meski demikian, bukan berarti Anies tak memiliki peluang untuk maju dalam kontestasi pilpres 2024 besok.

Baca Juga

"Menurut saya meski agak berat, masih ada celah. Anies bisa jadi capres atau cawapres 2024 yang ditentukan oleh seberapa kuat elektabilitasnya," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (25/5/2022).

Kalau elektabilitas Anies melonjak, dia melanjutkan, tentu ada partai politik yang melihat Anies sebagai sosok potensial. Baik menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) Indonesia di pemilihan umum 2024.

Sebaliknya, kalau elektabilitas Anies stagnan, bahkan menurun maka ia melihat semakin sulit bagi Anies untuk mendapatkan tiket partai politik.

Kendati demikian, ia mengaku mendapat dukungan dari parpol tidaklah mudah. Ini karena untuk membangun koalisi selain memang persyaratannya, ada juga presidential treshold 20 persen dan 25 persen suara sah pemilu 2019. Ini membuat tarik-menarik dalam koalisi akan lebih banyak diwarnai oleh siapa capres dan cawapresnya.

"Masing-masing partai punya kepentingan mengusung kadernya untuk jadi capres atau cawapres.  Anies kan bukan kader partai, kecuali tak ada figur yang layak untuk diusung sebagai capres atau cawapres," ujarnya.

Terkait kemungkinan parpol yang melirik Anies, ia menilai Partai Deklmokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kelihatannya tertutup untuk Anies. Meski ada peluang tapi ia menilai sangat kecil kemungkinannya. Kemudian, untuk posisi capres dari Gerindra juga kecil sekali bahkan tertutup bagi Anies kalau Ketua Umum Prabowo Subianto kembali menjadi capres.

"Saya kira parpol yang berpeluang mengusung Anies adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tetapi PKS kan suaranya juga kecil, tidak memadai, sementara untuk membangun koalisi buat partai lain juga enggan," katanya.

Kondisi ini, diakuinya juga jadi dilematis bagi parpol.

Mengenai kemungkinan Anies menang di pilpres 2024 mendatang, ia menilai dengan sistem pemilihan langsung maka faktor figur yang paling dominan. Jadi, parpol memang punya pengaruh tetapi yang menjadi pertimbangan adalah faktor figur.

"Figur lebih kuat dibandingkan latar belakang parpol," ujarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA