Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Ini Bahaya Jika Hepatitis B Menginfeksi Anak-Anak

Rabu 25 May 2022 20:42 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Petugas Puskesmas Kecamatan Menteng menunjukan cara mencuci tangan saat sosialisasi terkait penyakit hepatitis akut disela pelaksanaan posyandu di Kawasan Pemukiman Jalan Ayer 5, Menteng, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Melauli kegiatan program sosialisasi tersebut diharapkan dapat mencegah dan menghambat penularan penyakit hepatitis di masyarakat.

Petugas Puskesmas Kecamatan Menteng menunjukan cara mencuci tangan saat sosialisasi terkait penyakit hepatitis akut disela pelaksanaan posyandu di Kawasan Pemukiman Jalan Ayer 5, Menteng, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Melauli kegiatan program sosialisasi tersebut diharapkan dapat mencegah dan menghambat penularan penyakit hepatitis di masyarakat.

Foto: Prayogi/Republika.
Orang tua diminta mengimunisasi Hepatitis B anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hepatitis B masih menjadi salah satu penyakit yang ditakuti bisa menginfeksi seseorang. Ternyata semakin kecil anak-anak yang terinfeksi virus hepatitis B maka semakin besar kemungkinan mengalami sirosis hati bahkan kanker.

Dokter rumah sakit pusat infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, Ernie Setyawati mengingatkan bahaya jika Hepatitis B menyerang anak-anak. "Semakin kecil usia jika terkena virus hepatitis B maka semakin besar kemungkinan menjadi kronis kemudian mengalami sirosis dan kanker hati. Jadi, sebaiknya laksanakan imunisasi hepatitis B pada anak," ujarnya saat mengisi konferensi virtual mengenai hepatitis, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, kalau  mengikuti vaksinasi hepatitis B mengikuti program pemerintah maka tentu sudah dibiayai. Sebab, dia melanjutkan, pemerintah berharap hepatitis B pada 2030 sudah tidak ada.

Jadi, dia menambahkan, di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) sudah memeriksa ibu hamil yaitu hepatitis B surface antigen (HBsAg) untuk memastikan apakah menderita hepatitis B dan sipilis. Apabila ibu terbukti menderita hepatitis B, maka anaknya akan mendapatkan antibodi hepatitis B.

Ia mengingatkan penularan hepatitis B yaitu lewat cairan tubuh. Dengan antibodi ini, dia melanjutkan, anak 98 persen lebih terlindungi.

Sementara itu, ia menyebutkan obat hepatitis B untuk mencegah timbulnya perkembangan penyakit jadi sirosis dan kanker. Jika anak menderita hepatitis A maka sebenarnya bisa dideteksi sejak anak usia setahun. Kemudian, anak bisa mendapatkan vaksin usia 6 bulan sampai 36 bulan.

ia menyebutkan jika anak menderita hepatitis A sebenarnya bisa sembuh sempurna karena penularannya lewat makanan. Untuk pulih dari hepatitis A caranya dengan perawatan istirahat, kemudian terapi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan hidrasi cukup. Jadi, berdasarkan gejala.

"Obat-obatan yang diberikan juga tidak mengganggu fungsi hati," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA