Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tiga Kabupaten di Riau Bertahan Nihil Kasus Aktif Covid-19

Rabu 25 May 2022 18:13 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Tiga kabupaten di Kepulauan Riau nihil kasus aktif Covid-19. (ilustrasi)

Tiga kabupaten di Kepulauan Riau nihil kasus aktif Covid-19. (ilustrasi)

Foto: Antara/Teguh Prihatna
Warga diminta tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan di ruang publik.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat tiga kabupaten di wilayah itu yakni Kepulauan Anambas, Lingga dan Natuna masih bertahan nihil kasus aktif Covid-19. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri Adi Prihantara mengatakan, Lingga sudah ditetapkan sebagai zona hijau karena lebih empat pekan nihil kasus aktif Covid-19.

Sementara Anambas yang jauh lebih lama dari Lingga bertahan nihil kasus aktif Covid-19 masih berstatus sebagai zona kuning atau risiko penularan rendah, sama seperti Natuna. Begitu pula dengan Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, Kota Batam, dan Kota Tanjung Pinang ditetapkan sebagai zona kuning.

Baca Juga

Satu kasus baru Covid-19 muncul di Batam, yang sejak beberapa hari lalu nihil kasus aktif Covid-19. "Tanjung Pinang, Bintan, dan Karimun masing-masing ada satu pasien Covid-19. Mudah-mudahan segera sembuh," ujar Sekda Kepri itu.

Adi mengatakan, pasien Covid-19 rata-rata sembuh dalam waktu cepat. Berdasarkan hasil penelitian Kemenkes, lebih dari 90 persen pasien tertular omicron, salah satu varian Covid-19. "Tidak ada kasus kematian dalam beberapa pekan terakhir," ujarnya.

Adi mengimbau warga tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan di ruang publik yang ramai. Di ruang tertutup, kata dia, wajib memakai masker untuk memutus rantai penularan Covid-19.

"Aktivitas kembali normal seperti sebelum pandemi, namun wajib menggunakan masker saat berinteraksi," kata dia.

Dia mengajak warga untuk mendukung program vaksinasi Covid-19. Saat ini, warga yang sudah vaksin dosis pertama sebanyak 97,62 persen atau 1,75 juta orang, dosis kedua 84,02 persen atau 1,5 juta orang, dan dosis penguat 43,59 persen atau 598.678 orang.

"Vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat dari serangan Covid-19," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA