Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Lima Daerah di Sulteng Diprediksi Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan

Rabu 25 May 2022 17:21 WIB

Red: Ani Nursalikah

Lima Daerah di Sulteng Diprediksi Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan

Lima Daerah di Sulteng Diprediksi Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan

Foto: pixabay
BMKG menyebut situasi ini masih dalam kategori normal.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan lima daerah di Sulawesi Tengah masih berpotensi hujan dengan intensitas lebat tiga hari ke depan dari hasil prakiraan cuaca.

"Lima daerah di maksud yakni Kabupaten Donggala, Poso, Morowali Utara serta Banggai dan statusnya waspada hujan lebat," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Fathan, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga

Ia mengemukakan, daerah-daerah masih berpotensi diguyur hujan lebat kiranya mewaspadai dampak ditimbulkan dari hujan lebat tersebut, khususnya warga yang bermukim di bantaran sungai maupun lereng-lereng gunung. Tidak menutup kemungkinan ada dampak ditimbulkan hujan, seperti longsor maupun genangan air di tempat-tempat tertentu serta pohon tumbang.

"Antisipasi perlu, maka dibutuhkan peran aktif masing-masing pemerintah daerah menyebarluaskan informasi cuaca, sambil kami memperbaharui informasi setiap hari," ujar Fathan.

Ia memaparkan, berdasarkan pantauan BMKG pertemuan massa udara yang berasal dari Tenggara masih ada sehingga mengakibatkan tingginya pertumbuhan awan yang berdampak langsung ke Sulteng. Meski potensi hujan lebat masih ada, namun BMKG menyebut situasi ini masih dalam kategori normal.

"Hujan dengan intensitas sedang dan lebat tidak menutup kemungkinan meluas ke daerah lain. Kami mengimbau warga selalu memantau informasi cuaca melalui laman resmi BMKG maupun informasi dari Pemda dan pemangku kepentingan bidang kebencanaan," tutur Fathan.

Ia menambahkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat saat ini biasa terjadi di siang, sore dan malam hari dengan durasi bervariasi. "Kami juga mengimbau warga pesisir dan nelayan lebih memperhatikan tinggi gelombang. Bila terjadi penumpukan awan hitam maka sebaiknya menepi ke pantai," kata Fathan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA