Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Cendekiawan Muslim Rusia akan Datangi Afghanistan

Rabu 25 May 2022 11:45 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

 Cendekiawan Muslim Rusia akan Datangi Afghanistan. Foto:  Taliban Klaim kuasai lembah Pansjhir. (ilustrasi)

Cendekiawan Muslim Rusia akan Datangi Afghanistan. Foto: Taliban Klaim kuasai lembah Pansjhir. (ilustrasi)

Foto: france.c24
Afghanistan akan didatangi cendekiawan Muslim Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Administrasi Spiritual Muslim Asia Tengah (Rusia) berencana mengirimkan delegasi cendekiawan Muslim ke Afghanistan.

Tujuan dari kunjungan delegasi tersebut adalah untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan. Hal ini disampaikan dalam sebuah laporan. Dilansir dari laman Bakhtar News Agency, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga

Selain memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan, delegasi cendekiawan Rusia akan mengunjungi sejumlah kota dan provinsi di negara itu, kata ldar Alyautdinov yang menjabat sebagai Wakil Direktur Administrasi Urusan Spiritual Muslim Federasi Rusia.

Alyautdinov mengatakan, telah bertemu dengan Kepala Duta Besar Afghanistan untuk Rusia, Jamal Nasser Gharwal untuk membahas pengaturan waktu untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan.

Kunjungan delegasi cendekiawan Rusia dijadwalkan pada musim panas tahun ini, dan bantuan yang akan mereka bawa sebagian besar meliputi medis, dan pakaian.

Yayasan Amal Zakat adalah bagian lain dari kunjungan Administrasi Spiritual Rusia ke Kabul, yang akan memberikan bantuan kepada orang miskin di Afghanistan.

Administrasi Bantuan Spiritual Rusia, yang dipimpin oleh cendekiawan Muslim terkemuka di negara itu, menekankan bahwa bantuan mereka di luar perhatian politik atau rasial.

Sebelumnya diberitakan Alarabiya pada Ahad (15/5/2022), Afghanistan menghadapi defisit anggaran sebesar 501 juta dolar AS atau setara dengan Rp 7,3 triliun pada tahun keuangan ini. Hal ini disampaikan otoritas Taliban pada Sabtu (14/5/2022). Ini adalah pengumuman anggaran nasional tahunan pertama sejak Taliban mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada Agustus tahun lalu.

 

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA