Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Akupunktur Bisa Jadi Alternatif Atasi Migrain, Perlu Berapa Kali Terapinya?

Rabu 25 May 2022 06:40 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Akupunktur dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi migrain.

Akupunktur dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi migrain.

Foto: EPA
Nyeri kepala disebut migrain kalau terjadi lebih dari 5 kali dengan durasi 4-27 jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala yang bisa mengenai berbagai kelompok usia. Akupunktur ternyata bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi migrain.

"Migrain merupakan nyeri kepala primer yang banyak ditemukan, baik di Eropa, Amerika, maupun Asia," ungkap dokter spesialis akupunktur klinik dr Newanda Mochtar SpAk dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga

Mengacu pada data dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi migrain di Indonesia mencapai 22,4 persen. Masalah migrain bisa memicu penurunan produktivitas kerja hingga 80 persen.

Serangan nyeri kepala migrain bersifat spesifik, paroksismal atau mendadak, dan terkadang dibarengi dengan munculnya kilatan cahaya di depan mata. Migrain hanya bisa diobservasi oleh dokter yang memeriksa, baik sebelum maupun setelah serangan.

Nyeri kepala dapat disebut sebagai migrain bila terjadi secara berulang, lebih dari lima kali, dengan durasi 4-27 jam. Karakteristik dari nyeri kepala migrain adalah berdenyut, berintensitas sedang hingga berat, serta unilateral atau menyerang pada satu sisi.

"(Nyeri kepala migrain) bertambah dengan aktivitas fisik serta adanya manifestasi mual, sensitif terhadap cahaya dan suara," jelas dr Newanda.

Sekitar 60 persen dari pencetus migrain adalah faktor genetik, sedangkan 40 persen lainnya merupakan faktor lingkungan. Hal ini membuat pendekatan penanganan migrain perlu dilakukan secara berkesinambungan.

Pasien migrain yang tak dapat ditangani dengan terapi obat-obatan dapat menggunakan terapi non farmakologi atau non pengobatan untuk menyembuhkan dan mencegah serangan migrain. Salah satu terapi non farmakologi ini adalah akupunktur.

"Metode akupunktur yang digunakan adalah akupunktur secara manual," ungkap dr Newanda.

Akupunktur medis bekerja dengan cara merangsang sistem saraf serta mempengaruhi berbagai neurotransmitter yang berperan pada serangan nyeri kepala. Melalui metode ini diharapkan nyeri kepala yang berdenyut tidak terjadi lagi.

Di sisi lain, terapi akupunktur juga dapat membantu meredakan nyeri akibat serangan migrain dengan mengurangi kekambuhan migrain dalam jangka panjang. Setelah terapi, frekuensi atau jumlah hari terjadinya serangan migrain biasanya akan mengalami pengurangan. Tingkat keparahan dan juga durasi serangan migrain juga turut berkurang.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA