Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Barcelona Mulai Rancang Strategi Boyong Mbappe pada 2025 Mendatang

Selasa 24 May 2022 23:35 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain PSG Kylian Mbappe merayakan setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Liga Satu Prancis antara Paris Saint-Germain dan Monaco di stadion Parc des Princes di Paris, Prancis, Senin (13/12) dini hari WIB.

Pemain PSG Kylian Mbappe merayakan setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Liga Satu Prancis antara Paris Saint-Germain dan Monaco di stadion Parc des Princes di Paris, Prancis, Senin (13/12) dini hari WIB.

Foto: AP Photo/Christophe Ena
Barcelona siap memanfaatkan amarah Madrid kepada Mbappe.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Kylian Mbappe akhirnya memutuskan tetap memperkuat Paris Saint Germain (PSG) dengan menerima tawaran kontrak anyar berdurasi tiga tahun. Penyerang asal Prancis itu diharapkan terus mengenakan seragam Les Parissiens hingga 2025 mendatang. Keputusan Mbappe ini berujung pada munculnya kabar soal kekecewaan besar Real Madrid terhadap eks penyerang AS Monaco tersebut. 

Disebut-sebut telah menetapkan Mbappe sebagai incaran utama dalam upaya membangun edisi teranyar Los Galacticos, Madrid justru gagal mendapatkan top skorer Ligue 1 dalam empat musim terakhir, termasuk musim ini, tersebut. 

Baca Juga

Penolakan Mbappe untuk bergabung bersama Los Blancos dengan menandatangani kontrak baru bersama PSG memperpanjang cerita kegagalan Madrid mendapatkan Mbappe. Pada 2017 silam, saat masih berseragam AS Monaco, Mbappe lebih memilih memperkuat PSG ketimbang pinangan dari klub tersukses di sepanjang sejarah Liga Champions tersebut. 

Begitu pula dengan kegagalan Madrid membujuk PSG melepas Mbappe pada awal musim ini meski telah menyiapkan dana transfer sebesar 230 juta euro. Rentetan kegagalan ini akhirnya membuat jajaran direksi Los Blancos, terutama presiden Florentino Perez, merasa dipermalukan dan begitu marah. Los Blancos dikabarkan telah menutup pintu buat Mbappe. 

''Kemarahan itu sangat besar. Atas nama harga diri, mereka (jajaran direksi Real Madrid, bahkan tidak akan mempertimbangkan untuk mencoba kembali mendatangkan Mbappe saat kontraknya berakhir pada 2025,'' tulis laporan Sports, Selasa (24/5/2022). 

Kondisi ini ternyata siap dimanfaatkan rival Madrid di pentas La Liga, Barcelona. Dengan kondisi keuangan klub saat ini, yang masih belum sepenuhnya pulih dari krisis finansial, Barcelona memang tidak dapat bersaing dalam hal biaya transfer Mbappe. Namun, dalam waktu tiga tahun, keuangan Barcelona diperkirakan sudah bisa jauh lebih baik. 

Pada saat itu, bertepatan dengan berahirnya kontrak Mbappe bersama PSG, Blaugrana diharapkan sudah bisa bersaing dalam mendatangkan pemain yang mempersembahkan titel Piala Dunia 2018 buat Prancis tersebut. Terlebih, Madrid diperkirakan sudah enggan mengejar tanda tangan Mbappe. 

''Kontrak anyar Mbappe yang akan habis pada 2025 menarik perhatian tersendiri buat Barcelona. Rentang waktu ini dianggap cukup buat Barcelona untuk bisa mendatangkan Mbappe. Apalagi, Madrid sepertinya sudah keluar dari persaingan mendapatkan Mbappe pada 2025,'' lanjut laporan Sports tersebut. 

Keputusan penyerang berusia 23 tahun itu bertahan bersama PSG dianggap menjadi kabar baik buat Blaugrana, terutama dalam kegagalan Madrid dalam upaya meningkatkan kualitas tim via perekrutan pemain bintang. Begitu pula dengan keputusan penyerang Borussia Dortmund, Erling Haaland, untuk menerima pinangan Manchester City. 

Dengan begitu, kemungkinan buat Madrid untuk salah satu dari dua pemain yang paling bersinar di pentas sepak bola Eropa saat ini tersebut sudah tertutup.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA