Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Phil Foden Sebut Kemenangan pada Pertandingan Akhir Jadi Momen Bersejarah City

Rabu 25 May 2022 04:38 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Pemain Manchester City Phil Foden.

Pemain Manchester City Phil Foden.

Foto: AP/Ian Walton
Manchester City memenangkan pertandingan pada pengujung laga untuk memastikan gelar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Phil Foden merupakan penggemar berusia 11 tahun di belakang gawang ketika Sergio Aguero mencetak gol paling ikonik dalam sejarah Liga Primer Inggris. Ia tidak pernah bermimpi bahwa lebih dari sepuluh tahun kemudian, dia akan mengambil bagian dalam drama hari terakhir yang hampir menyamai adegan luar biasa itu.

Foden memenangkan medali juara Liga Primer keempatnya, dan gelar utama kesembilan secara keseluruhan, hanya enam hari menjelang ulang tahunnya yang ke-22. Itu berarti dia, dan beberapa rekan setimnya, sudah berada dalam tiga kemenangan lagi untuk mengejar Aguero dan Fernandinho, yang masing-masing mengoleksi 12 trofi, menjadikan mereka pemain yang paling banyak meraih gelar juara dalam sejarah City.

Baca Juga

Foden mengungkapkan, euforia dia dan ibunya pada masa lau ketika Aguero mencetak gol kemenangan City pada menit akhir saat melawan QPR untuk mengungguli Manchester United dalam perebutan gelar di pertandingan pekan terakhir. Foden turun ke lapangan bersama ibunya untuk merayakan gelar. Kali ini, dialah yang berebut menyelamatkan diri ke terowongan stadion saat para penggemar berduyun-duyun ke lapangan merayakan kemenangan comeback yang menakjubkan.

Dia pun tidak ragu bahwa ia baru saja mengambil bagian dalam momen besar lainnya dalam sejarah the Citizens. 

"Cara kami bangkit, untuk mencetak tiga gol, itu pasti sama dengan momen Sergio. Tertinggal dua gol sangat mengecewakan, tetapi karakter yang kami tunjukkan untuk bangkit menandakan seberapa jauh kami telah datang sebagai tim dan betapa istimewanya kami," kata Foden dikutip dari Manchester Evening News, Selasa (24/5/2022).

City tertinggal dua gol dari Matty Cash dan Philippe Coutinho. Mereka membutuhkan tiga gol untuk mengamankan mahkota juara dari incaran Liverpool dengan 20 menit tersisa.

Pelatih Pep Guardiola memasukkan Aleks Zinchenko pada babak pertama dan memberi City lebih banyak dorongan menyerang. Dia kemudian memasukkan Ilkay Gundogan dan Raheem Sterling untuk menyegarkan keadaan di sepertiga akhir.

Pergantian pemain berhasil dengan baik saat Sterling dan Gundogan bekerja sama untuk terciptanya gol pertama.  Zinchenko memberi umpan kepada Rodri untuk gol kedua dan kemudian Gundogan muncul di tiang jauh untuk gol ketiga dari operan Kevin De Bruyne.

"Gundo masuk dan dia jelas merupakan pengubah permainan. Kami beruntung memiliki pemain seperti itu yang bisa masuk dan mengubah permainan," kata Foden.

Kemenangan ini membuat City finis hanya satu poin di depan Liverpool. Foden percaya bahwa persaingan perebutan gelar ini yang ketat, dan pelajaran yang dipetik darinya, akan membuat the Citizens mendapat manfaat yang baik pada masa depan. "Ini sangat menuntut, tetapi kami menikmatinya karena kami tahu setiap pertandingan akan menjadi tantangan,” katanya.

"Kami akan melihat kembali momen ini di tahun-tahun mendatang dan mengatakan bahwa kami telah menempuh perjalanan jauh hari ini, tentu saja," kata Foden.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA