Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Covid-19 Lebih Mematikan Pada Pria? Studi Terbaru Jawab Hal Ini

Rabu 25 May 2022 01:05 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Nora Azizah

Tingkat kematian Covid-19 pada pria 1,7 persen lebih besar dari wanita.

Tingkat kematian Covid-19 pada pria 1,7 persen lebih besar dari wanita.

Foto: www.freepik.com
Tingkat kematian Covid-19 pada pria 1,7 persen lebih besar dari wanita.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat kematian Covid-19 untuk pria rata-rata 1,7 kali lebih tinggi daripada wanita di 38 negara, menurut studi di tahun 2020.  Penelitian yang lebih baru dari para ilmuwan Harvard University menemukan bahwa pria mewakili 49 persen dari kasus Covid di AS dan menyumbang 55 persen kematian dari April 2020 hingga Mei 2021.

Pekan ini, sebuah penelitian memberikan dukungan lebih lanjut pada teori terkemuka tentang fenomena tersebut. Hasilnya menunjukan estrogen mungkin menawarkan perlindungan terhadap Covid yang parah.

Baca Juga

Pada penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Family Practice, Inggris, para peneliti membandingkan wanita di Inggris yang telah menerima terapi penggantian hormon. Itu membantu memulihkan kadar estrogen selama menopause dalam waktu enam bulan setelah diagnosis Covid-19 dengan mereka yang tidak. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertama memiliki angka kematian 78 persen lebih rendah dari semua penyebab kematian dibandingkan kelompok kedua.

Secara total, penelitian ini melibatkan lebih dari 5.400 wanita, sebagian besar berkulit putih dan berusia menopause (rata-rata sekitar 59 tahun). Para peneliti mengontrol status sosial ekonomi dan masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

"Ini menambah bukti terutama di awal pandemi, kami melihat hasil klinis yang sangat berbeda untuk wanita dibandingkan pria," kata Anita Raj, profesor penyakit menular dan kesehatan masyarakat global di University of California, San Diego, yang tidak terlibat dalam penelitian, seperti dilansir dari laman NBCNews, Rabu (25/5/2022).

Meskipun homogenitas relatif dari penelitian ini adalah batasan, kesimpulannya masih tampak sejalan dengan gagasan bahwa estrogen secara khusus menghasilkan efek perlindungan. Estrogen dapat membantu menyeimbangkan respon imun.

Berbagai hipotesis lain menjelaskan perbedaan angka kematian Covid antara pria dan wanita selama dua tahun terakhir. Dalam studi Harvard, ditemukan bahwa jenis pekerjaan dan kecenderungan perilaku mereka dapat berdampak pada hasil Covid. 

Di AS, misalnya, wanita lebih cenderung dilaporkan disiplin mengenakan masker dan menjaga jarak. Sedangkan para pria lebih cenderung berpartisipasi dalam pekerjaan yang membuat mereka terpapar virus.

Tetapi para ahli mengatakan masuk akal bahwa estrogen dapat memainkan peran protektif terhadap Covid, karena hormon tersebut diketahui merangsang respons kekebalan melalui produksi antibodi. Pada saat yang sama, tingkat estrogen yang lebih tinggi dapat menjaga sistem kekebalan.

Baca juga : Covid-19 Juga Bisa Picu Gangguan Fungsi Jantung

"Kami melihat pada wanita, mereka memiliki respons antibodi yang lebih cepat dan lebih tinggi terhadap infeksi Covid, yang mungkin berarti mereka dapat membersihkan infeksi lebih cepat daripada pria," kata Dr Christopher Wilcox, salah satu penulis studi dan rekan klinis akademik di University of Southampton.

Wilcox menambahkan bahwa sejumlah penelitian telah menunjukkan tingkat estrogen yang lebih tinggi tampaknya terkait dengan tingkat keparahan yang lebih rendah dari penyakit menular secara umum. 

Penelitian baru ini juga sejalan dengan studi tahun 2020 yang menemukan bahwa terapi penggantian hormon mengurangi setengah risiko kematian akibat Covid-19 di antara wanita di atas 50 tahun. Namun, penelitian itu tidak menemukan perbedaan di antara wanita pra-menopause.

"Ada beberapa risiko yang melekat pada estrogen, tetapi apakah itu sesuatu yang memerlukan penelitian lebih lanjut? Ya, tentu saja," kata Raj.

Baca juga : PBB Puji Indonesia Berhasil Kendalikan Covid, Gelar GPDRR 2022

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA