Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Simone Inzaghi Dipanggil para Petinggi Inter Milan Hari Ini

Selasa 24 May 2022 22:30 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi tengah usai laga timnya melawan Sampdoria. Inter gagal juara Serie A meskipun menagalahkan Sampdoria 3-0.

Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi tengah usai laga timnya melawan Sampdoria. Inter gagal juara Serie A meskipun menagalahkan Sampdoria 3-0.

Foto: EPA-EFE/DANIEL DAL ZENNARO
Bersama Inzaghi, musim ini berjalan tak terlalu buruk bagi Inter Milan.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN SIRO -- Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi dilaporkan bertemu dengan petinggi klub Beppe Marotta dan Steven Zhang hari ini untuk membahas rencana strategi transfer musim panas ini, dilansir dari football Italia, Selasa (24/5/2022). Nerazzuri gagal mempertahankan Scudetto setelah kalah dari persaingan musim ini dengan AC Milan.

Inzaghi dan petinggi klub ingin cepet bergerak mempersiapkan musim 2022/2023 dengan menggelar pertemuan hari ini. Inzaghi tiba di markas klub pada pukul satu siang waktu setempat. Mereka diketahui akan membahas rencana transfer musim panas ini.

Baca Juga

Inzaghi juga bisa bertemu dengan Andre Onana untuk pertama kalinya. Pemain internasional Kamerun itu menjalanni tes medis dengan raksasa Serie A pada Januari dan akan bergabung dengan tim sebagai agen bebas dari Ajax Amsterdam.

Inter mungkin perlu menjual salah satu bintangnya musim panas ini untuk menyeimbangkan pembukuan keuangan. Inter dikabarkan menargetkan Paulo Dybala dari Juventus dan Henrikh Mkhitaryan dari AS Roma yang akan berstatus bebas transfer.

Inzaghi juga akan ditawari perpanjangan kontrak hingga 2025. Musim panas lalu, ia telah menandatangani kontra dua tahun ketika didatangkan dari Lazio. Meski gagal mempertahankan Scudetto, Inzaghi dinilai kinerjanya cukup bagus.

Pelatih berusia 46 tahun tersebut telah mempersembahkan dua trofi yakni Coppa Italia dan Piala Super Italia. Selain itu, di bawah kepelatihannya, permainan Inter juga terlihat sangat antraktif dalam menyerang.

Ia mampu memberikan perlawanan hingga pekan terakhir untuk Milan dalam perburuan Scudetto. Namun mereka harus rela melepaskan trofi tersebut karena di pekan terakhir, Milan memenangkan pertandingan asal Sassuolo. Sehingga kemenangan Inter atas Samdoria tak berarti.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA