Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

800 Personel Diturunkan dalam Operasi Sikat Krakatau 2022

Selasa 24 May 2022 20:00 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ilham Tirta

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Foto: Dok. Polda Lampung
Operasi berlangsung 14 hari untuk meminimalisasi tindak kriminalitas.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Sebanyak 800 personel jajaran Polda Lampung turun dalam Operasi Sikat Krakatau 2022. Operasi tersebut berlangsung selama dua pekan untuk meminimalisasi tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat.

“Operasi Sikat Krakatau 2022 berlangsung 14 hari, sampai 6 Juni 2022,” kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad di Bandar Lampung, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga

Dalam operasi ini, jajaran Polda Lampung menerjunkan 800 personel gabungan terdiri dari 188 personel Satgas Ops Polda dan 612 personel di Polres dan Polresta Bandar Lampung.

Operasi ini, kata Pandra, berdasarkan surat perintah yang ditandatangani Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno Nomor Sprin/890/V/ OPS.1.3./2022 dengan sasaran penanggulangan kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta penyalahgunaan senjata api ilegal.

Pandra mengatakan, Operasi Sikat Krakatau 2022 menargetkan kasus curas yang menggunakan senjata tajam dan senjata api, terutama pada aksi begal. Kepada petugas di lapangan, Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno sudah memerintahkan melakukan tindakan tegas dan terukur dalam mengatasi aksi pelaku kriminalitas. Utamanya pada potensi ancaman keselamatan masyarakat dan petugas.

Ia berharap operasi ini dapat menekan tindak pidana kejahatan di masyarakat yang telah menjadi target operasi selama ini. “Paling tidak mengurangi aksi kejahatan di jalanan yang meresahkan masyarakat selama ini,” ujar Pandra.

Masyarakat berharap operasi ini dapat berjalan maksimal dan berkesinambungan agar masyarakat mendapatkan rasa aman bila berada di luar rumah. Lina (53 tahun), ibu rumah tangga warga Kota Bandar Lampung, mengaku tetap khawatir dengan masih banyaknya begal beraksi di jalan, baik siang maupun malam hari.

“Sekarang ini begal sudah merajalela di jalan, siang hari di tempat ramai saja mereka berani, siapa yang mau membantu kalau mereka membawa senjata tajam dan senjata api,” kata ibu dua anak tersebut.

Dia mengatakan, selain aksi begal yang merampas motor dan melukai korban hingga meninggal dunia, juga masih maraknya aksi curanmor yang sampai sekarang meresahkan masyarakat. Aksi curanmor tersebut menjadi target di rumah warga, rumah kos, dan tempat ibadah.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA