Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Silaturahmi DPRD, Pemprov Sumbar, dan Perantau Minangkabau Ulas Progres Pembangunan

Selasa 24 May 2022 18:34 WIB

Red: Christiyaningsih

Gubernur Sumbar, para tokoh Sumbar, dan Ketua DPRD bersilaturahmi di Jakarta.

Gubernur Sumbar, para tokoh Sumbar, dan Ketua DPRD bersilaturahmi di Jakarta.

Foto: Pemprov Sumbar
Gubernur Sumbar, para tokoh Sumbar, dan Ketua DPRD bersilaturahmi di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah tokoh Sumatra Barat (Sumbar) dan masyarakat Minangkabau di rantau hadir bersama Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi dan Ketua DPRD Supardi dalam gelaran silaturahmi di Hotel Balairung Jakarta, Selasa (24/5/2022). 

Di antara tokoh perantau asal Sumbar tersebut tampak hadir mantan menteri sosial Bachtiar Chamsyah, mantan menteri dalam negeri Gamawan Fauzi, mantan kapolda Sumbar Dasrul Lamsudin, Ketua LKAAM Fauzi Bahar, jurnalis senior Basril Djabar, pimpinan dan tenaga ahli DPRD, kepala-kepala OPD Pemprov Sumbar, serta tokoh-tokoh asal Sumbar lainnya.

Baca Juga

Silaturahmi yang berlangsung hangat tersebut mengulas secara komprehensif progres pembangunan di Sumatra Barat, terutama dalam tiga tahun terakhir, mulai dari sektor ekonomi, perbankan, pendidikan, kemasyarakatan, hukum, pariwisata, hingga infrastruktur. Pembangunan tol menjadi salah satu fokus utama.

Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi mengapresiasi inisiatif DPRD menggelar forum silaturahmi yang mengulas pembangunan Sumatra Barat tersebut. "Pemerintah Provinsi Sumatra Barat selalu terbuka terhadap kritikan, karena kritik merupakan bukti rasa cinta terhadap Sumatra Barat. Namun, harapan kita tentu setelah kritikan ada solusi yang ditawarkan," ujar Gubernur.

Terkait persoalan tol Padang-Pekanbaru, Gubernur menjelaskan pembebasan lahan ruas Padang-Sicincin hingga saat ini sudah lebih dari 60% dan prosesnya terus berjalan. Selain itu, ia juga menerangkan capaian realisasi indikator kinerja Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dalam dua tahun terakhir.

Di antaranya indeks pembangunan manusia, gini ratio, pengentasan kemiskinan, dan penurunan pengangguran berkinerja cukup baik di atas rata-rata nasional. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri walau ekonomi pasca-Covid-19 pada tahun 2021 tumbuh 3.29%, melebihi target sebesar 3.24%, pertumbuhan tersebut masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional di angka 3.69%. Pun demikian dengan tol Padang-Pekanbaru yang pembangunannya membutuhkan percepatan.

photo
Gubernur Sumbar, para tokoh Sumbar, dan Ketua DPRD bersilaturahmi di Jakarta. - (Pemprov Sumbar)
Terkait dengan itu, Ketua DPRD Supardi mengatakan persoalan jalan tol tersebut harus diluruskan agar tidak timbul stigma bahwa pembangunan tol dan investasi di Sumbar terkendala tanah ulayat. "Perlu diklarifikasi juga dalam sejarah Sumbar belum ada pembangunan terhenti karena tanah ulayat. Jangan sampai ada isu pembangunan dan investasi sulit masuk karena hal ini," kata Supardi.

 

Lebih lanjut Supardi berpandangan dalam tiga dekade ke belakang pertumbuhan di Sumatera Barat, baik dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur, belum cukup signifikan. Belum lagi diperparah dengan situasi Covid-19 sejak dua tahun silam, ia berpendapat pertumbuhan pembangunan di Sumbar saat ini belum berimbang jika dibandingkan dengan pukulan yang dialami berbagai sektor selama pandemi.

 

"Oleh karena itu, perlu kiranya kita meminta uluran tangan tokoh di rantau untuk ikut memberikan sumbangsih yang dapat menjadi solusi bagi Sumatera Barat ke depan," tutur Supardi.

Mendorong pertumbuhan pembangunan itu, ia menjelaskan beberapa kebijakan telah diputuskan dalam RPJMD Sumatra Barat yang diejawantahkan dalam empat program unggulan (pro­gul) yakni Sumbar Sehat dan Cerdas, Sumbar Religus dan Berbudaya, Sumbar Sejahtera, dan Sumbar Berkeadilan. Ditambah kebijakan yang telah disepakati, seperti beasiswa bagi 1.000 calon mahasiswa, alokasi 10% anggaran APBD untuk pertanian, dan menjadikan Sumbar destinasi wisata bertaraf internasional.

"Mewujudkan hal ini pemerintah butuh anggaran. Kalau pendapatan hanya bertumpu pada pajak kendaraan saja tentu belum cukup untuk membangun Sumatra Barat," jelasnya.

Silaturahmi diakhiri dengan sesi diskusi yang diwarnai berbagai masukan dan saran dari Bachtiar Chamsyah, Gamawan Fauzi, Dasrul Lamsudin, Basril Djabar, dan tokoh-tokoh masyarakat Sumbar lainnya yang turut hadir. Menutup pertemuan, kembali Gubernur Buya Mahyeldi menyampaikan terima kasih atas saran yang ia terima.

"Saya berterima kasih atas masukan yang diberikan tokoh-tokoh hebat dari Sumbar,  karena untuk membangun daerah kita memang perlu meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Pertemuan ini menjadi bukti kepedulian dan kecintaan terhadap Sumatra Barat dan tentu juga menjadi catatan serta perhatian yang akan kami tindaklanjuti," kata Gubernur.

"Dalam waktu dekat kita juga akan bertemu anggota DPR RI, DPD RI. Kita sudah menugaskan seluruh OPD untuk menjalin komunikasi dengan seluruh anggota DPR dan DPD yang berkaitan dengan Sumbar," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA