Selasa 24 May 2022 16:15 WIB

Wapres Ingin Ritel Modern Diisi Produk Halal UMKM

Indonesia memiliki modal dan potensi besar sebagai produsen halal dunia.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus raharjo
Wakil Presiden Maruf Amin saat  meninjau UMKM di Halal Center  Indonesia di Thamrin City, Jakarta, Selasa (24/5).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Wakil Presiden Maruf Amin saat meninjau UMKM di Halal Center Indonesia di Thamrin City, Jakarta, Selasa (24/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap pelaku industri ritel modern ikut mendukung pemasaran produk-produk halal UMKM. Wapres menginginkan produk-produk halal UMKM ini bisa masuk ke ritel-ritel modern.

"Saya berharap rak-rak ritel modern akan semakin dipenuhi produk2 halal yang tidak hanya berasal dari merek-merek besar, tetapi juga produk-produk halal dari UMKM di seluruh daerah Indonesia," kata Wapres dalam acara Peluncuran The State of The Global Economy Report (SGIE Report) 2022 di Halal Center Thamrin City, Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga

Wapres menilai dukungan para pelaku industri ritel modern ke produk-produk halal UMKM ini akan semakin memudahkan masyarakat mendapatkan produk yang terjamin kehalalannya. Selain itu, ini juga bermanfaat bagi UMKM untuk naik kelas.

"Dengan demikian, UMKM pun semakin naik kelas, mulai dari etalase ritel modern sampai nantinya masuk ke pasar ekspor. Jadi nanti UMKM tidak lagi kena stunting, tidak besar besar, ini dibantu ritel," ujar Wapres.

Wapres menyampaikan, dalam laporan SGIE 2022, Indonesia tercatat kembali meraih peringkat 4 Global Islamic Economy Indicator secara keseluruhan. Menurutnya, capaian ini ditopang oleh sektor-sektor halal unggulan yang tetap tumbuh di tengah desakan pandemi, salah satunya sektor makanan halal yang naik ke peringkat ke-2.

Menurutnya, terjadi peningkatan ekspor makanan halal Indonesia ke negara-negara OKI. "Begitu pula kodifikasi ekspor produk halal yang terintegrasi, diakui sebagai inovasi yang mendongkrak peringkat sektor ini," ujarnya.

Selain itu, sektor makanan halal menarik untuk dicermati karena dunia saat ini menghadapi persoalan keamanan pangan. Kiai Ma'ruf mengatakan, inflasi harga dan gangguan rantai pasok akibat krisis iklim maupun kondisi geopolitik, justru membuka peluang peningkatan perdagangan intra-OKI.

"Demikian pula capaian Indonesia pada sektor makanan halal juga membawa pesan kuat bahwa kita memiliki modal dan potensi besar, utamanya untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement