Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Target Pengetesan tak Terpenuhi, Ciamis Terapkan PPKM Level 2

Selasa 24 May 2022 14:19 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus raharjo

Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Bariza Sulfi, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Gedung Islamic Center Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jumat (18/3/2022).

Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Bariza Sulfi, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Gedung Islamic Center Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jumat (18/3/2022).

Foto: Republika/Bayu Adji
Target pengetesan tak terpenuhi karena aturan terkait Covid-19 tidak seketat dulu.

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Kabupaten Ciamis harus menerjunkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 untuk periode 24 Mei hingga 6 Juni 2022. Padahal, pada periode sebelumnya Kabupaten Ciamis menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat (Jabar) yang menerapkan PPKM Level 1.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Acep Joni, mengatakan, level PPKM di daerah mengalami kenaikan lantaran target pengetesan tak terpenuhi. Ia menyebutkan, pada pekan lalu Kabupaten Ciamis diberi target melakukan 1.260 pengetesan dalam sepekan. Namun, realisasi yang dapat dilakukan hanya 1.060 pengetesan.

Baca Juga

"Memang kurangya sedikit. Tapi karena itu menjadi indikator ya seperti itu," kata Acep saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (24/5/2022).

Ia menjelaskan, target pengetesan itu tidak dapat terpenuhi lantaran saat ini aturan terkait Covid-19 tak seketat dulu. Misalnya, sekarang masyarakat tak lagi diharuskan melakukan tes swab atau tes antigen ketika hendak melakukan perjalanan ke luar kota. Alhasil, pengetesan yang dilakukan di Kabupaten Ciamis berkurang.

"Kalau aturan ketat lagi, mungkin pendapatan kami bisa meningkat lagi. Kalau orang tidak ada gejala kan sulit untuk melakukan pengetesan tanpa alasan," kata dia.

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 26 Tahun 2022 tentang PPKM di wilayah Jawa dan Bali, Kabupaten Ciamis diberikan target dapat melakukan 871 pengetesan dalam setiap pekannya. Untuk menyiasati agar target itu terpenuhi, Acep mengatakan, pihaknya akan melakukan tes usap acak.

Ia menyebutkan, tes usap acak itu akan dilakukan di tempat-tempat masyarakat banyak berkumpul, seperti sekolah. Selain itu, pihaknya juga akan secara rutin melakukan tes swab kepada tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan penanganan pandemi Covid-19.

Ihwal kasus, Acep mengatakan, saat ini tidak ada kasus aktif di Kabupaten Ciamis. "Hanya indikator pengetesan saja yang tak terpenuhu. Secara kondisi aman. Namun kami tetap mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan prokes, karena pandemi belum berakhir," kata dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA