Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Dinkes DIY Berharap Tambahan Kasus Covid-19 Tetap Nol Sepekan Kedepan

Selasa 24 May 2022 14:07 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Agus raharjo

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setjaningastuti.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setjaningastuti.

Foto: Neni Ridarineni.
Pembayun menegaskan agar masyarakat tetap waspada dengan penyebaran Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DIY melaporkan nol penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (23/5/2022). Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta pun berharap agar sepekan kedepan tetap dilaporkan nol penambahan kasus Covid-19.

Kepala Dinkes DIY, Pembayun Setyaningastutie mengatakan, masa inkubasi virus setidaknya mencapai lima sampai tujuh hari. Dengan begitu, untuk memastikan penyebaran Covid-19 benar-benar semakin landai, bahkan tidak ada di DIY harus menunggu setidaknya selama satu pekan.

Baca Juga

"Kita memang harus menunggu beberapa saat, apakah kasus ini sampai paling tidak kan masa inkubasi sekitar lima sampai tujuh hari. Kita harapkan lima hari sampai tujuh hari kedepan itu memang kasusnya nol terus," kata Pembayun di Yogyakarta, Selasa (24/5/2022).

Pembayun mengeklaim saat ini penyebaran Covid-19 di DIY terus melandai. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan kasus yang turun signifikan yakni di bawah 10 kasus per hari usai libur panjang seperti libur Lebaran maupun libur Waisak kemarin.

"Mudah-mudahan memang kasusnya betul-betul melandai," ujar Pembayun.

Ia menambahkan, setelah sepekan masa inkubasi virus usai libur panjang, penambahan kasus masih terus turun. Bahkan, penambahan kasus menjadi nol pada 23 Mei kemarin.

"Mudah-mudahan (penambahan nol kasus) ini titik terendah, terus sampai sepekan kedepan minimal lima hari kedepan itu terus nol. Kalau terus nol, kemudian angka kematian juga nol, alhamdulillah," jelasnya.

Meskipun begitu, Pembayun menegaskan agar masyarakat tetap waspada dengan penyebaran Covid-19. Pasalnya, saat ini masih dalam masa pandemi dan belum ada keputusan pemerintah pusat yang menyatakan sudah transisi ke endemi.

"Artinya masyarakat masih harus tetap waspada, kemungkinan ini betul-betul kita harakan kasusnya nol sampai minggu kedepan," kata Pembayun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA