Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Jumlah Penembakan Aktif Naik Tajam di AS

Selasa 24 May 2022 10:49 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Penyidik bekerja di lokasi penembakan di sebuah supermarket, di Buffalo, NY, Senin, 16 Mei 2022.

Penyidik bekerja di lokasi penembakan di sebuah supermarket, di Buffalo, NY, Senin, 16 Mei 2022.

Foto: AP/Matt Rourke
FBI mencatat sedikitnya ada 61 insiden penembak aktif tahun lalu

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan, Amerika Serikat (AS) mengalami 61 insiden penembak aktif tahun lalu. Jumlah itu naik tajam dari segi jumlah serangan, korban, dan distribusi geografis sejak 2021 dan penghitungan tertinggi dalam lebih dari 20 tahun.

Total penembakan 2021 yang tersebar di 30 negara bagian, 52 persen lebih tinggi dari 2020. Jumlah kenaikan ini, menurut FBI, sekitar dua kali lipat masing-masing dari tiga tahun sebelumnya. Badan tersebut mendefinisikan penembak aktif sebagai seseorang yang terlibat dalam pembunuhan atau mencoba membunuh orang di ruang publik dengan cara yang tampaknya acak.

Bisnis komersial menyumbang lebih dari setengah dari semua insiden yang sama pada tahun lalu. FBI mengungkapkan, tren yang muncul dari "penembak aktif keliling" yang melepaskan tembakan di beberapa lokasi, seperti halnya dengan seorang pria bersenjata yang menyerang beberapa spa sehari di daerah Atlanta.

Pembantaian penembak aktif tahun lalu menewaskan 103 orang dan melukai 140 orang. Sebaliknya, FBI menghitung 40 serangan penembak aktif di 19 negara bagian yang menewaskan 38 orang dan melukai 126 pada 2020, tahun yang bertepatan dengan puncak pembatasan kehidupan sosial dan ekonomi akibat pandemi virus korona.

Perbandingan dengan tahun-tahun terakhir sangat dipengaruhi oleh data dari 2017, tahun ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke festival musik luar ruangan di Las Vegas dari jendela hotel bertingkat tinggi. Peristiwa ini menewaskan 56 orang dan melukai ratusan lainnya dalam satu insiden.

Serangan Las Vegas saja membantu mendorong jumlah korban tahunan 2017 ke rekor tertinggi meskipun hanya ada 31 insiden penembakan aktif tahun itu, sekitar setengah dari jumlah pada 2021. Pada peristiwa penembakan Las Vegas itu 143 meninggal dunia dan 591 terluka.

Jumlah yang tinggi untuk korban tewas tahun lalu hanya menempati urutan ketujuh tahun paling mematikan dalam insiden penembakan aktif sejak 2000, tahun pertama FBI menyediakan data. Namun, itu menandai jumlah terbesar dari serangan semacam itu dalam catatan, hanya melebihi 40 yang tercatat pada 2020.

Kalifornia meskipun memiliki beberapa undang-undang senjata terberat di negara itu justru menyumbang lebih banyak insiden penembak aktif daripada negara bagian lain tahun lalu. Negara bagian ini memiliki enam dari 61 peristiwa penembakan, diikuti oleh Texas dan Georgia dengan masing-masing lima peristiwa.

Satu-satunya insiden paling mematikan pada 2021 adalah penembakan massal di Kings Soopers Grocery Store di Boulder, Colorado. Pada peristiwa ini membunuh 10 korban dengan delapan meninggal dan tujuh terluka di fasilitas FedEx di Indianapolis.

FBI mencatat bahwa laporan penembak aktifnya tidak mencakup semua kekerasan senjata atau bahkan semua penembakan massal. Laporan yang dikecualikan dari data adalah tindakan kekerasan terkait geng atau narkoba, insiden yang didefinisikan secara ketat sebagai perselisihan rumah tangga, situasi penyanderaan yang terisolasi, atau baku tembak dari tindakan kriminal lainnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA