Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Rapat Pleno, Ini Harapan Wapres Kepada KNEKS

Selasa 24 May 2022 01:25 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan laporan kepada Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada Senin (23/5/2022). Pada kesempatan itu, Sri Mulyani menjelaskan terkait persiapan Rapat Pleno KNEKS pekan depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan laporan kepada Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada Senin (23/5/2022). Pada kesempatan itu, Sri Mulyani menjelaskan terkait persiapan Rapat Pleno KNEKS pekan depan.

Foto: Dok. BPMI/Setwapres
Wapres berharap KNEKS membahas kewirausahaan, khususnya dalam menciptakan pengusaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) akan menggelar Rapat Pleno kedua atau lanjutan Senin (30/5/2022) pekan depan. Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin berharap rapat kedua hasil tindak lanjut dari rapat pertama yang dilaksanakan pada 30 November 2021 ini membahas program peningkatan bidang kewirausahaan, khususnya dalam menciptakan pengusaha melalui program-program yang didukung KNEKS.

"Ekonomi syariah ini tidak akan berjalan kalau tidak ada pengusahanya. Ini barangkali tugas kita, menciptakan pengusaha-pengusaha melalui langkah-langkah yang kita buat," kata Wapres melalui siaran persnya usai menerima Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (23/5/2022).

Baca Juga

Dalam pertemuan tersebut, Wapres juga membahas persiapan pelaksanaan Rapat Pleno KNEKS ke-2, termasuk mengenai tema yang akan diangkat, yaitu Bergerak Lebih Cepat Untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Produsen Halal Terkemuka di Dunia.

"Saya setuju dengan temanya, tentu sejalan dengan upaya kita untuk terus bergerak cepat mewujudkan Indonesia sebagai produsen halal terkemuka di dunia," kata Wapres.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat KNEKS Wempi Saputra melaporkan capaian KNEKS dalam pengembangan industri halal seperti standardisasi ekspor halal dan progress sertifikasi produk UMKM halal. "Capaian terkait pengembangan industri produk halal yaitu pertama, kodifikasi dan standardisasi ekspor halal itu sudah selesai, sudah dipakai di dalam ekspor barang di Bea Cukai dan database-nya sudah tersedia. Jadi, kita bisa monitor berapa jumlah produk halal yang akan diekspor," kata Wempi.

Untuk sertifikasi produk UMKM halal kata Wempi, saat ini sedang terus dikembangkan. Menurutnya, KNEKS  akan terus mencoba sertifikasi produk yang sudah di OSS 

"Ada sekitar 230 ribu pengusaha. Dan kita harapkan bisa dapat hasil yang cukup bagus," kata dia.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan Rapat Pleno KNEKS akan lebih banyak melibatkan partisipasi banyak pihak yang terkait untuk saling bersinergi dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah.

"Kita juga akan mengundang pemerintah daerah untuk bisa bersinergi dan lebih harmonis di dalam menjalankan program-program kerja untuk keuangan dan ekonomi syariah," ujar Sri Mulyani.

Hadir juga pada audiensi tersebut antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Direktur Jasa Keuangan Syariah KNEKS Taufik Hidayat, dan Direktur Infrastruktur dan Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA