Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Pemkot Bogor Belum Gelar Car Free Day, Alasannya Bukan Covid-19

Senin 23 May 2022 19:53 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Nur Aini

 Sejumlah anak melihat koleksi Reptil jenis iguana sosialisasi binatang jenis reptil di Car Free Day (CFD) Jalan Raya Sempur, Bogor, Ahad (15/3). (Republika/Raisan Al Farisi)

Sejumlah anak melihat koleksi Reptil jenis iguana sosialisasi binatang jenis reptil di Car Free Day (CFD) Jalan Raya Sempur, Bogor, Ahad (15/3). (Republika/Raisan Al Farisi)

Wali Kota Bogor menilai car free day melenceng dari tujuannya

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum memiliki rencana untuk kembali menerapkan Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan. Sebab esensi CFD sendiri masih harus dievaluasi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, esensi CFD yang sebelum pandemi Covid-19 berlangsung di Kota Bogor justru malah melenceng.

Baca Juga

“CFD ini kan tujuannya untuk ruang publik bagi warga berolahraga selama ini konsepnya meleset, jadinya sampah, kotoran, macet, olahraganya susah. Jangankan lari, jalan aja susah karena berdesakan,” ujarnya, Senin (23/5/2022).

Ia menegaskan, belum dikembalikannya CFD tidak terkait kasus Covid-19. Tetapi, lebih pada esensi dari CFD yakni untuk warga yang berolahraga bukan pasar kaget.

“Masih harus kita pastikan konsepnya kembali ke awal, ini bukan pasar kaget, ini bukan pasar malem. Jadi bukan soal Covid-19, Insya Allah sudah landai, kita siap melaksanakan itu tapi kita pastikan lagi konsepnya untuk warga olahraga,” tuturnya.

Di samping itu, Bima Arya mengaku akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait lainnya untuk menyusun kembali konsep CFD. Hal yang pasti, jangan sampai konsep tersebut melenceng dari esensinya untuk olahraga.

“Kita akan evaluasi konsepnya, kita akan komunikasi dengan kepolisian, dengan pak Dandim, pak Kapolres, Dispora dengan UMKM. Boleh aja ada UMKM tapi harus tertib jangan sampai jadi kumuh, macet, dan sebagainya jadi keluar dari esensi ruang publik yang bebas asap kendaraan,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA