Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

MUI Lebak Sesalkan Hakim PN Rangkasbitung Terlibat Narkoba

Senin 23 May 2022 18:51 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Palu Hakim di persidangan (ilustrasi)

Palu Hakim di persidangan (ilustrasi)

Polisi diminta usut tuntas kasus hakim terlibat narkoba tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak sangat menyesalkan dua hakim Pengadilan Negeri ( PN) Rangkasbitung, terlibat penyalahgunaan kasus narkoba jenis sabu-sabu. Padahal, hakim sejatinya memberikan contoh.

"Semestinya, hakim itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, karena mereka penegak hukum, " kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak, KH Ahmad Hudori, di Lebak, Banten, Senin.

Baca Juga

MUI Kabupaten Lebak tentu prihatin dua hakim PN Rangkasbitung yang berstatus aparatur sipil negara ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten, terkait kasus penyalahgunaan narkoba. "Peredaran narkoba juga berpotensi memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata dia.

Karena itu, MUI Lebak minta BNNP Banten terus mengusut dan mendalami peredaran narkoba di PN Rangkasbitung. Dikhawatirkan ada tersangka lain dalam kasus ini. "Itu berbahaya bagi penegak hukum atau hakim yang terlibat konsumsi narkoba dipastikan bekerja tidak profesional juga muda menerima suap untuk biaya membeli sabu-sabu yang harganya cukup mahal, " katanya.

Selama ini, peredaran narkotika di Indonesia sudah merambah ke pelosok-pelosok desa dan korbannya terdapat kalangan pelajar, mahasiswa, masyarakat, artis dan ibu rumah tangga.

Namun, kata dia, yang lebih berbahaya itu jika oknum aparatur negara yang terlibat narkotika,seperti hakim, TNI dan polisi. Dengan demikian, MUI Lebak juga mendukung oknum aparatur negara yang terlibat narkotika dipecat juga menjalani hukuman. "Kami sangat terpukul dan menyesalkan hakim PN Rangkasbitung terlibat barang - barang haram yang menghancurkan generasi bangsa itu," katanya.

Kepala BNNP Banten,Hendri Marpaung, mengatakan dua hakim PN Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, berinisial YR (39) dan DA (39) ditetapkan tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu- sabu seberat 20.634 gram.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA