Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Rektor Ukrida Dilantik Sebagai Sekjen PAMKI  

Senin 23 May 2022 18:44 WIB

Red: Muhammad Hafil

Rektor Ukrida Dilantik Sebagai Sekjen PAMKI   

Rektor Ukrida Dilantik Sebagai Sekjen PAMKI  

Foto: Dok Republika
PAMKI menjadi tempat pengabdian dalam tugas kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Rektor Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Dr. dr. Wani Devita Gunardi, Sp. MK (K), secara resmi dilantik sebagai Sekjen Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PP PAMKI) periode 2022 – 2025. Pelantikan berlangsung pada 21 Mei 2022 di Hotel Episode, Gading Serpong, Tangerang.

Dr. Wani Devita Gunardi terpilih sebagai Sekjen dalam Konferensi Nasional PAMKI yang telah berlangsung beberapa waktu yang lalu, mendampingi Ketua Umum PP PAMKI periode 2022 – 2025 terpilih, yaitu dr. Anis Karuniawati, Sp. MK (K), Ph. D. Pelantikan dilakukan oleh Dr. dr. Isman Firdaus, Sp. JP (K), Wakil Ketua I MPPK PB IDI, di mana pada saat yang bersamaan juga dilantik Pengurus Kolegium PAMKI masa bakti 2022 – 2025. Dalam periode sebelumnya, Dr. Wani Devita Gunardi menjabat sebagai Chairman of PAMKI Regional Jakarta selama dua periode sejak 2016 hingga 2022.

Baca Juga

"PAMKI menjadi tempat pengabdian saya dalam tugas kemanusiaan," kata Dr Wani.

Dr. Wani menuturkan awal ketertarikannya kepada bidang mikrobiologi klinik, adalah ketika dirinya memperoleh kesempatan untuk menjadi asisten mikrobiologi klinik di Fakultas Kedokteran Ukrida (sekarang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan), yang merupakan almamaternya. Sebelum melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Ukrida, Dr. Wani merupakan alumni SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta. Selain kesibukannya sebagai Rektor Ukrida, hingga saat ini Dr. Wani juga masih aktif sebagai Dosen di Departemen Mikrobiologi.

Diyakini olehnya bahwa “Hand of God” yang mengatur perjalanan hidup termasuk kariernya, dan bidang keilmuannya pun dijalaninya dengan penuh ketekunan, sejak program dokter spesialis Mikrobiologi Klinik hingga kemudian lulus program Doktor. Kehidupan akademik yang melekat dengan dirinya terwujud dari aktifnya Dr. Wani sebagai pembicara di berbagai seminar/simposium tingkat nasional, serta mengikuti pelatihan yang semakin memperkuat bidang keilmuannya. Karya penelitiannya dari jamu gendong sampai masalah kesehatan dengan metode modern termuat di berbagai jurnal ilmu Kedokteran.

Dengan latar belakang tersebut, PAMKI sangat sesuai dengan kiprah Dr. Wani yang dijalani bersama para sejawatnya, dan kini jabatan Sekjen yang dipercayakan kepadanya melahirkan konsekuensi baginya untuk berkontribusi lebih dalam mengembangkan bidang Mikrobiologi Klinik.

PAMKI sebagai organisasi profesi berdiri tanggal 15 Februari 1986 di Bandung, bersifat ilmiah dan bertujuan menghimpun segenap potensi ahli Mikrobiologi Klinik untuk mengembangkan dan memanfaatkan Mikrobiologi bagi penanganan penyakit infeksi, dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya dan manusia pada umumnya. Selain itu, PAMKI juga berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan anggota organisasi melalui seminar, simposium, pelatihan dan sebagainya.

PAMKI terus berperan aktif walaupun yang diketahui masyarakat tentang mikrobiologi klinik mungkin sebatas penunjang medik seperti pemeriksaan laboratorium. Namun, ketika memasuki pandemi Covid-19, bidang Mikrobiologi Klinik justru berperan sebagai pengarah bahkan penentu kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah, seperti menentukan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta program vaksinasi.

Dalam perkembangan situasi pandemi yang memunculkan berbagai varian baru dari virus SARS-Cov-2, menjadi tantangan bagi bidang ilmu terkait infeksi dan Mikrobiologi Klinik, agar dapat memprediksi, mencegah, serta menekan laju mutasi dan penyebaran virus yang meresahkan masyarakat.

Pemerintah sangat mendukung perkembangan bidang keilmuan ini. Antara lain melalui sarana pemeriksaan Antigen dan PCR, sehingga masyarakat pun semakin merasakan peran bidang Mikrobiologi Klinik.

Kesinambungan pengurus organisasi profesi ini meneguhkan tekad untuk siap mendukung program pemerintah melalui perannya mengedukasi, praktik pencegahan dan pengendalian infeksi, serta penegakan diagnosis secara cepat, tepat, dan berkualitas.

“Tidak hanya dalam pengobatan, tetapi edukasi ke masyarakat karena masyarakat belum sepenuhnya memahami proses pengobatan yang memerlukan waktu dan kedisiplinan," kata Dr Wani.

Kondisi demikian memang memerlukan kerjasama dari semua pihak, karena kesadaran memperhatikan pencegahan penyakit belum merata di masyarakat. Salah satu contoh kerjasama yang baik dengan masyarakat adalah saat PAMKI Cabang Bali berkolaborasi dengan satu rumah sakit melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terlebih di saat Pandemi melalui program menjaga kebersihan tangan guna mencegah penyebaran dan penularan infeksi. Tidak hanya itu, banyak Fakultas Kedokteran berbagai perguruan tinggi menggandeng PAMKI untuk menggelar berbagai simposium, maupun seminar/webinar.

Kerjasama lintas sektoral seperti kolaborasi dengan bidang peternakan juga dilakukan, karena menurut Dr Wani penyakit pada hewan bisa menular ke manusia, contohnya rabies, flu burung, dan sebagainya. 

Ketua Umum dan Sekjen PAMKI yang baru dilantik pasti sudah memiliki konsep gagasan memperkuat komitmen bidang Mikrobiologi Klinik, dan meningkatkan profesionalisme serta kontribusinya kepada masyarakat serta pemerintah sesuai bidang keilmuannya.  PAMKI sebagai perhimpunan dokter spesialis Mikrobiologi Klinik, dimana Dr. Wani Devita Guanrdi salah satunya, senantiasa siap membantu dalam melaksanakan pencegahan, kajian epidemiologi, diagnosis laboratorium, dan pengendalian infeksi. Ukrida juga ikut berbangga karena salah satu alumni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, yang juga menjabat Rektor, mendapat kepercayaan mengemban tugas pengabdian bagi masyarakat dan negara melalui organisasi profesi dimana peran serta dalam menunjang kesehatan yang sudah dirasakan masyarakat perlu terus ditingkatkan. Pandemi diharapkan segera berakhir, tetapi pengabdian para ahli virus ataupun wabah, tidak pernah berhenti karena panggilan tugas mulia ini memang selalu diperlukan demi kemaslahatan umat manusia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA