Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Mensesneg dan Panglima TNI Jadi Saksi Pernikahan Adik Jokowi

Senin 23 May 2022 16:16 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Menteri Sekretariat Negara Pratikno. Pratikno dan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, akan menjadi saksi pernikahan adik Presiden Joko Widodo, Idayati, dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman pada Kamis (26/5/2022).

Ilustrasi Menteri Sekretariat Negara Pratikno. Pratikno dan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, akan menjadi saksi pernikahan adik Presiden Joko Widodo, Idayati, dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman pada Kamis (26/5/2022).

Foto: Antara/Galih Pradipta
Adik Jokowi, Idayati, akan menikah dengan Ketua MK Anwar Usman pada Kamis (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Dua tokoh nasional, yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, akan menjadi saksi pernikahan adik Presiden Joko Widodo, Idayati, dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman pada Kamis (26/5/2022). Kendati demikian, KUA Banjarsari Kota Surakarta belum dapat memastikan apakah keduanya akan datang pada acara geladi bersih yang dilakukan pada H-1 hari pernikahan.

"Saksi dari pihak perempuan Bapak Pratikno, dari pihak laki-laki Pak Andika Perkasa," kata Kepala KUA BanjarsariKota Surakarta Arba'in Basyar di Solo, Senin (23/5/2022).

Baca Juga

Sebelumnya, pada kunjungannya ke Solo, Ahad (22/5/2022) kemarin, Anwar Usman mengatakan salah satu yang dilakukan adalah mengurus persiapan pernikahan keduanya. "Saya diminta datang (oleh KUA, red.) ya saya datang. Memenuhi panggilan KUA dan putri Solo," katanya.

Terkait dengan pernikahannya mendatang, ia mengaku tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. Ia juga mengaku tidak merasakan grogi menjelang hari H pernikahan.

"Biasa saja, ini kan melaksanakan sunah Rasul," katanya.

Mengenai isu pernikahan politik yang sempat menghiasi rencana pernikahan tersebut, ia menampiknya. Menurut dia, ada tiga hal yang menjadi hak Allah SWT, salah satunya terkait dengan jodoh.

"Ingat tiga hal, kematian, rejeki, jodoh itu hak Allah. Kalau kita mengingkari, nauzubillah. Mau melawan Allah? Saya nggak berani," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA