Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Jutaan Email Phishing Disamarkan Jadi Berkas HTML

Senin 23 May 2022 12:39 WIB

Red: Friska Yolandha

Kotak surat elektronik atau email. Pelaku kejahatan terbukti menyamarkan pencurian data dengan metode email phishing menjadi berkas HTML agar tidak terdeteksi sebagai penipuan.

Kotak surat elektronik atau email. Pelaku kejahatan terbukti menyamarkan pencurian data dengan metode email phishing menjadi berkas HTML agar tidak terdeteksi sebagai penipuan.

Foto: Pexels
Hingga April, Kaspersky memblokir 2 juta email phishing yang berisi lampiran html.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaku kejahatan terbukti menyamarkan pencurian data dengan metode email phishing menjadi berkas HTML agar tidak terdeteksi sebagai penipuan. Peneliti keamanan siber di Kaspersky, Roman Dedenok, dikutip dari siaran pers, Senin (23/5/2022), mendapati cara ini digunakan agar surat elektronik tidak terdeteksi sebagai spam atau mengandung virus.

"Para pelaku kejahatan siber dengan cerdik menggunakan permintaan yang disamarkan untuk kredensial masuk dan mengelabui korban yang tidak menaruh curiga agar memasukkan nama pengguna dan kata sandi mereka," kata Dedenok.

Baca Juga

Pada periode Januari hingga April 2022, perusahaan keamanan siber tersebut memblokir hampir 2 juta surat elektronik phishing yang berisi lampiran HTML. Peneliti menemukan ada dua metode untuk menyebarkan HTML berbahaya ini.

Pertama, berkas HTML berisi tautan phishing. Penjahat siber mengirim berkas HTML berisi teks di dalamnya. 

Agar terlihat meyakinkan, peretas menuliskan surat yang seolah dari insitusi resmi, misalnya pemberitahuan dari bank karena ada transfer dalam nomilan besar.

Pengguna diminta mengeklik tautan ke situs bank, yang sebenarnya adalah halaman phishing. Agar telihat meyakinkan, penjahat siber meniru tata letak, gambar tulisan hingga logo resmi sebuah institusi.

Korban diminta membuka lampiran HTML dan mengisi sejumlah data.

Model kedua penipuan berbasis HTML berupa halaman phishing secara utuh. Korban diminta untuk masuk (login) ke situs palsu tersebut. Supaya terhindar dari pencurian data seperti ini, Kaspersky meminta pengguna internet untuk memeriksa tautan sebelum mengeklik.

Arahkan kursor ke atas untuk melihat pratinjau URL, periksa apakah ada kesalahan eja atau kejanggalan lainnya. Sebelum memasukkan data-data login, pastikan situs tersebut diawali "HTTPS", yang menunjukkan koneksi ke situs tersebut adalah aman.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA