Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Palestina Gugat Amerika Serikat Hapus Nama Kach Israel dari Daftar Teroris

Senin 23 May 2022 12:15 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi bendera Palestina. Kelompok Kach Israel dinilai sebagai pemicu konflik dengan rakyat Palestina

Ilustrasi bendera Palestina. Kelompok Kach Israel dinilai sebagai pemicu konflik dengan rakyat Palestina

Foto: AP/Mahmoud Illean
Kelompok Kach Israel dinilai sebagai pemicu konflik dengan rakyat Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Palestina keberatan atas keputusan Amerika Serikat (AS) menghapus ultranasionalis Yahudi Ortodoks Kahane Chai dari daftar organisasi teror. 

Pekan lalu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menghapus lima kelompok ekstremis dari daftar organisasi teroris asing, termasuk gerakan yang digagas Meir Kahane. 

Baca Juga

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Palestina (PA) yang berbasis di Ramallah menyebut keputusan Amerika Serikat sebagai hadiah untuk operasi organisasi teroris. "Tindakan pemerintah Amerika Serikat bertentangan dengan kata-katanya dan tidak sesuai dengan komitmennya terhadap perdamaian dan stabilitas," kata pernyataan itu dikutip dari Anadolu Agency, Senin (23/5). 

“Keputusan ini adalah hadiah bagi para operator organisasi teroris ini, termasuk Itamar Ben-Gvir, yang selalu memicu ketegangan di Yerusalem yang diduduki dan di seluruh wilayah Palestina yang diduduki, serta Rabi Benzi Govstein, yang telah menyerukan  penghancuran Dome of the Rock,” kata Presiden Abbas dalam sebuah pernyataan dikutip dari Wafa News, Sabtu (21/5). 

PA kemudian meminta Pemerintah Amerika Serikat untuk membalikkan langkah tersebut. Washington justru diminta  mengambil keputusan bersejarah dengan menghapus Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dari daftar organisasi teroris. 

Kelompok Hamas yang mengelola pemerintahan di Jalur Gaza mengatakan, kelompok Kach bertanggung jawab atas puluhan serangan teroris terhadap warga Palestina. 

"Keputusan Amerika Serikat mencerminkan kebijakan standar ganda dan ketidakmampuan AS untuk menjadi mediator yang adil dalam konflik Palestina-Israel," kata pemimpin Hamas Basem Naim dalam sebuah pernyataan. 

Gerakan Kach diklasifikasikan sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa dan Israel sendiri. Kahane dilarang berpartisipasi dalam pemilihan pada 1988 dan secara terbuka menganjurkan agar warga Palestina diusir dari tanah airnya. 

Dia terbunuh di New York pada 1990, meski setelah kematiannya, para pengikutnya terus melakukan serangan kekerasan.

 

Sumber: andoluagency  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA