Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Pakar: PMK pada Sapi Berpotensi Menular ke Hewan Lain

Senin 23 May 2022 10:54 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ilham Tirta

Peternak bersama petugas posko Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyemprotkan cairan disinfektan pada sapi yang terinfeksi PMK (ilustrasi).

Peternak bersama petugas posko Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyemprotkan cairan disinfektan pada sapi yang terinfeksi PMK (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Penularan membuat tingkat gejala yang dirasakan semakin rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Mustofa Helmi Effendi mengungkapkan, potensi terjadinya penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari sapi ke hewan lain, khususnya spesies hewan berkuku belah. Meskipun, penularan tersebut akan mengakibatkan berkurangnya tingkat patogenitas pada spesies hewan lainnya, sehingga tingkat gejala yang dirasakan pun akan semakin rendah.

“Jadi prinsipnya, virus PMK ini dapat menyerang seluruh hewan yang berkaki belah, yang berkuku belah, berkuku genap. Contoh sapi, domba, kambing, babi, rusa. Jadi semua hewan berkuku belah, dapat terserang virus PMK ini," ujar Helmi, Senin (23/5/2022).

Baca Juga

Namun, sambungnya, kemungkinan virus tersebut menyerang spesies hewan lain, termasuk kecil. Helmi beranggapan strain virus yang menyerang sapi, kemungkinan berbeda dengan strain virus yang menyerang domba dan hewan lainnya. Sehingga walaupun tetap berpotensi menular, tingkat keganasan virus itu akan semakin rendah.

"Sapi kalau sudah terserang virus PMK, maka virus ini diasumsikan memiliki strain tertentu yang punya kemampuan menyerang sapi. Maka strain tertentu ini untuk menyerang hewan lain kemungkinannya sedikit, berkurang keganasannya. Jadi kalau sudah menyerang sapi, dia ini mampu sebenarnya menyerang domba tapi keganasannya turun karena beda strainnya," ujarnya.

Mengenai faktor-faktor transmisi, Helmi menjelaskan, sistem penyebarannya sama seperti penyebaran pada umumnya. Yakni dapat menyebar melalui udara, kontak fisik, dan kendaraan.

"Penularannya sama. Prinsip transmisinya adalah aerosol atau infeksi melalui udara. Yang kedua lewat kontak, yang ketiga lewat vehicle. Yang paling penting adalah airborne infection, infeksi melalui udara. Ini yang bisa penularannya cepat," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA