Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Bawa Tottenham ke Liga Champions, Conte: Salah Satu Pencapaian Terbaik dalam Karier Saya

Senin 23 May 2022 08:17 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Son Heung-min Tottenham Hotspur, kanan, merayakan mencetak gol keempat timnya selama pertandingan Liga Inggris antara Norwich City dan Tottenham Hotspurs di Stadion Carrow Road, Norwich, Inggris, Ahad, 22 Mei 2022.

Son Heung-min Tottenham Hotspur, kanan, merayakan mencetak gol keempat timnya selama pertandingan Liga Inggris antara Norwich City dan Tottenham Hotspurs di Stadion Carrow Road, Norwich, Inggris, Ahad, 22 Mei 2022.

Foto: Nigel French/PA via AP
Tottenham Hotspur finis keempat di Liga Primer Inggris di atas Arsenal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajer Tottenham Hotspur Antonio Conte mengatakan, memimpin Tottenham kembali ke Liga Champions dengan finis keempat di Liga Primer Inggris musim ini sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam kariernya. 

Spurs mengalahkan Norwich 5-0 pada pekan terakhir musim ini untuk mengamankan kembalinya mereka ke kompetisi klub papan atas Eropa dengan menyingkirkan rival sekota Arsenal.

Baca Juga

Conte mengatakan, saat mengambil alih posisi sebagai manajer tim dari Nuno Espirito Santo pada November lalu adalah salah satu tantangan terbesar yang dia hadapi. 

“Bagi saya itu adalah tantangan besar, mungkin tantangan terbesar dalam karier saya. Ketika saya tetap di level atas sebagai pelatih, saya ingin membuktikan diri saya dalam situasi yang berbeda dengan banyak masalah untuk dipecahkan," kata dia, dikutip dari BBC, Senin (23/5/2022).

"Saya sangat puas. Saya ingin berterima kasih kepada staf dan pemain saya. Jika kami bisa meraih pencapaian besar ini, itu karena semua orang memberikan segalanya," ujar Conte.

Ketika Conte ditunjuk, Spurs berada di urutan kedelapan di klasemen setelah menderita kekalahan kandang 0-3 yang menyedihkan dari Manchester United. Ini kekalahan kelima mereka dalam tujuh pertandingan liga dan Spurs tampak berantakan.

Pelatih asal Italia ini bukannya langsung menyulap timnya menjadi bagus. Ia menderita kekalahan pada Februari di kandang melawan Wolves menjadi pertama kalinya Conte kalah tiga pertandingan liga berturut-turut sejak menjadi pelatih Atalanta pada 2009.

Pada Maret, ketika kekalahan 3-2 Spurs dari Manchester United diikuti oleh kemenangan Arsenal atas Leicester, tim asuhan Conte terpaut enam poin dari the Gunners yang berada di urutan keempat setelah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Namun Tottenham tetap dalam perburuan dan merebut momentum dalam perburuan posisi keempat dengan kemenangan 3-0 di derby London utara pada 12 Mei. Ini diikuti dengan kemenangan atas Burnley dan Norwich untuk memastikan kembali ke Liga Champions setelah dua musim hanya bermain di kompetisi klub yang lebih rendah di Eropa.

Conte, yang telah memenangkan empat gelar Serie A dan satu Liga Premier bersama Chelsea, mengatakan dia yakin Tottenham bisa finis keempat, saat sembilan pertandingan lalu, pada awal April.

"Saya sangat jelas dengan pemain saya dan media. Saya berkata, 'Sekarang saya merasa kami siap dan bisa bertarung sampai akhir'. Itu adalah momen yang sempurna. Para pemain tahu betul jadwal kami," kata dia.

Kekalahan 1-0 di kandang dari Brighton adalah satu-satunya kekalahan Spurs dalam sembilan pertandingan berturut-turut. "Kami mendapat hasil yang fantastis dan sekarang kami berbicara tentang Liga Champions. Ini bagus untuk semua orang di Tottenham," tegasnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA