Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Warga Terdampak Kecelakaan Bus di Ciamis Berharap Ganti Rugi

Ahad 22 May 2022 22:24 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Christiyaningsih

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, meninjau TKP bus pariwisata kecelakaan di Kecematan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Ahad (22/5/2022). 

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, meninjau TKP bus pariwisata kecelakaan di Kecematan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Ahad (22/5/2022). 

Foto: republika/bayu
Warga yang rumahnya rusak ditabrak bus di Ciamis minta ganti rugi

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Sebanyak empat bangunan terdampak akibat kecelakaan di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Sabtu (21/5/2022). Bangunan yang terdampak adalah dua rumah, satu warung, dan satu bengkel.

Berdasarkan pantauan Republika pada Ahad (22/5/2022), empat bangunan itu mengalami kerusakan cukup parah. Pasalnya, bangunan itu ditabrak bus yang mengalami kecelakaan.

Baca Juga

"Kami harapannya mah mau ganti rugi. Rumah saya yang bengkel hancur," kata Asep Masturi (50 tahun), salah seorang warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kecelakaan itu.

Ketika peristiwa itu terjadi, Asep mengaku sedang di luar rumah. Namun, ia mendapat kabar terjadinya kecelakaan bus besar di Jalan Nanggeleng-Cirahayu yang berada di depan rumahnya. Rumahnya pun ikut ditabrak oleh bus pariwisata yang kecelakaan itu.

Menurut Asep, di rumahnya ada dua orang anaknya saat peristiwa kecelakaan terjadi. Karena itu, ia sempat mencemaskan kondisi anaknya. "Tapi alhamdulillah tak kenapa-kenapa. Anak saya satu sempat dibawa ke puskesmas semalam, tapi sudah pulang lagi," kata dia.

Akibat kecelakaan itu, bangunan bengkel dan sebagian rumahnya mengalami kerusakan. Tak hanya itu, motornya yang sedang terparkir ikut tertabrak bus.

Bukan hanya rumahnya yang ditabrak bus pariwisata. Menurut Asep, setidaknya ada tiga rumah lain yang juga terdampak. "Yang kena itu dua rumah, satu bengkel, satu warung," jelasnya.

Salah seorang warga sekitar yang melihat peristiwa kecelakaan itu, Agus (50), mengatakan bus pariwisata itu melaju dari arah Panjalu menuju Pagerageung. Ketika berada di Turunan Pari yang letaknya sekitar 300 meter dari TKP, bus berjalan oleng. "Yang saya tahu bus itu sudah oleng dari turunan. Jalan kondisinya lagi sepi, kecepatan bus tinggi," kata dia.

Setelah melewati turunan, menurut Agus, bus pariwisata itu kemudian menabrak minibus dan menyerempet pohon di pinggir jalan. Usai menyerempet pohon, bus itu berjalan lagi dan menabrak sepeda motor, mobil Karimun, mobil boks, sepeda motor, sebelum akhirnya menghantam rumah warga.

Berdasarkan data Polres Ciamis, terdapat empat orang yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Satu orang merupakan penumpang bus dan tiga orang lainnya merupakan pengendara sepeda motor yang ditabrak . Selain itu, sebanyak 15 orang mengalami luka-luka.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA