Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

WHO Laporkan 1.284 Kasus Suspek Cacar Monyet

Sabtu 21 May 2022 15:38 WIB

Rep: Antara/Santi Sopia/ Red: Nora Azizah

Hingga kini tercatat, 1.284 kasus suspek cacar monyet dan 58 kematian.

Hingga kini tercatat, 1.284 kasus suspek cacar monyet dan 58 kematian.

Foto: www.wikimedia.com
Hingga kini tercatat, 1.284 kasus suspek cacar monyet dan 58 kematian.

REPUBLIKA.CO.ID, KINSHASA -- Sedikitnya 1.284 kasus suspek cacar monyet dan 58 kematian dilaporkan di Republik Demokratik Kongo (RDK) hingga 8 Mei 2022, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (20/5/2022). Provinsi Sankuru, Tshopo, Equateur, dan Tshuapa mencatat 913 kasus, menyumbang sekitar 75 persen dari keseluruhan kasus suspek di negara tersebut, cuit kantor WHO di RDK via Twitter.

Xinhua melaporkan, Sabtu (21/5/2022), cacar monyet merupakan penyakit ringan yang biasanya sembuh dengan sendirinya. Penyakit itu ditularkan melalui kontak yang sangat erat dengan si penderita dan kebanyakan dari mereka sembuh dalam hitungan minggu.

Baca Juga

Gejala cacar monyet meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan, dan ruam kulit seperti lecet. Menurut sejumlah lansiran media, kasus cacar monyet hingga kini sudah dilaporkan di Inggris, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Amerika Serikat.

Wabah cacar monyet (monkeypox) yang telah diidentifikasi di sejumlah negara, terutama wilayah Eropa, telah mendorong WHO mengatur pertemuan darurat, menurut laporan terbaru. Pertemuan tersebut juga diadakan di tengah kasus di Inggris yang diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 11 kasus pada Jumat (20/5/2022).

Sejauh ini, ada sembilan kasus di Inggris, tetapi The Times melaporkan angkanya akan terus meningkat ketika virus menyebar ke seluruh negeri. Dilaporkan juga pemerintah memesan lebih banyak stok vaksin cacar untuk mereka yang mungkin telah terpapar virus.

Pertemuan WHO akan melihat bagaimana virus menyebar, stok vaksin, dan mengapa ada prevalensi kasus yang tinggi pada pria gay dan biseksual, menurut laporan The Telegraph dilansir The Daily Post. Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan pada Rabu (18/5/2022) lalu bahwa kasus baru yang dilaporkan pekan ini telah terlihat terutama pada gay, biseksual, atau laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA