Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Lewat Seblak Mahasiswi Universitas BSI Sukses Jadi Entrepreneur Muda

Sabtu 21 May 2022 13:36 WIB

Red: Christiyaningsih

Mahasiswi UBSI kampus Tasikmalaya  Shintia Nurul Khotimah raup omzet puluhan juta dari bisnis seblak.

Mahasiswi UBSI kampus Tasikmalaya Shintia Nurul Khotimah raup omzet puluhan juta dari bisnis seblak.

Foto: UBSI
Mahasiswi UBSI kampus Tasikmalaya raup omzet puluhan juta dari bisnis seblak

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Shintia Nurul Khotimah atau yang akrab disapa Tia sukses menjadi entrepreneur muda lewat usaha kulinernya dengan produk seblak. Ia berhasil membuka warung jajanan khas Jawa Barat ini dengan nama ‘Warung Seblak WS’.

Mahasiswi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya ini sudah meraih omzet kurang lebih Rp 30 juta per bulannya. Tia mengaku alasannya memilih usaha seblak karena makanan ini merupakan jajanan yang populer dan banyak digemari masyarakat Indonesia.

Baca Juga

Seiring dengan berkembangnya tren saat ini, Tia pun menyiasati seblaknya dengan berbagai topping seperti kerupuk, telur, bakso, siomay, tahu, ayam, usus, hingga aneka olahan seafood. “Banyaknya topping seblak yang aku tawarkan membuat Warung Seblak WS mendapatkan banyak pelanggan. Selain itu, cita rasa resep seblak yang aku ciptakan juga membuat pelanggan selalu ingin kembali untuk mencicipinya,” ujar Tia dalam keterangan rilis, Kamis (19/5/2022). 

Ia mengaku termotivasi untuk mendirikan usaha seblak karena sering berkeliling bersama teman-temannya untuk mencoba berbagai tempat yang menjual seblak di Tasikmalaya. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk membuka sendiri usahanya pada 2021 kemarin. 

“Tadinya tuh suka diajakin jajan seblak sama teman, dari satu tempat ke tempat yang lain. Saat melihat konsep jualan seblak di Tasikmalaya, itu berbeda dan belum ada di Kuningan. Jadi saya pikir itu adalah peluang usaha untuk mendirikan warung seblak WS di Kuningan,” ungkapnya.

Sedari sekolah, Tia memang punya cita-cita sebagai pengusaha. Ia pun telah mulai berjualan makanan untuk dijual ke temannya di sekolah. Ketika mulai berkuliah di Universitas BSI, ia bertemu dengan mata kuliah entrepreneurship yang membuatnya semakin terpacu untuk mengembangkan bisnisnya. 

Koordinator BSI Entrepreneur Center (BEC) Universitas BSI kampus Tasikmalaya Recha Abriana Anggraini mengaku sangat bangga atas kepintaran Tia dalam mencari peluang usaha. Menurutnya, peluang usaha memang bisa didapatkan di mana saja dan kapan saja, tergantung bagaimana cara individu melihat itu sebagai peluang usaha atau hal yang biasa saja.

“Tia membuktikan bahwa ide peluang usaha bisa diciptakan dengan belajar dari berbagai tempat. Semoga Tia bisa membuat usahanya semakin berkembang dan besar sehingga dapat membuka banyak cabang dan produk usahanya semakin dikenal masyarakat luas,” jelasnya. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA