Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Ancelotti Minta Sepakbola Italia Tingkatkan Kualitas

Sabtu 21 May 2022 08:15 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko

Pelatih kepala Real Madrid Carlo Ancelotti.

Pelatih kepala Real Madrid Carlo Ancelotti.

Foto: AP/Angel Fernandez
Italia gagal lolos Piala Dunia 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN SIRO -- Pelatih Real Madrid asal Italia, Carlo Ancelotti menyinggung sepakbola Italia yang perlu ditingkatkan setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Sebagian besar orang baik dari pemilik klub, pakar, pelatih ingga penggemar menyoroti tentang pentingnya reformasi serius untuk meningkatkan kualitas sepakbola negeri pizza.

Ancelotti salah satu orang yang percaya sepakbola Italia harus mencari cara agar ada peningkatan dalam tontotan yang ditawarkan kepada khalayak. Italia seolah kesulitan menemukan penerus dari era Francesco Totti, Del Piero, Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso yang memenangkan Piala Dunia 2006.

Baca Juga

“Italia telah berjuang untuk menemukan generasi bakat baru, maka memang benar bahwa kesuksesan yang tidak diharapkan di Kejuaraan Eropa tiba, tetapi kualitas individu pemain Italia saat ini tidak seperti 15 tahun yang lalu,” kata Ancelotti dilansir dari football Italia, Jumat (20/5).

Mantan pelatih AC Milan itu lalu memberikan pemikirannya tentang bagaimana kualitas bisa ditingkatkan. Menurutnya saat ini pemain muda asal Italia sendiri harus berjuang keras mendapatkan tempat di klubnya masing-masing. Aturan yang ada juga dipandang menguntungkan pemain asing.

“Pada 2019 ada final pemuda antara Italia dan Portugal, para pemain Portugal termasuk Leao dan banyak lagi, mereka sekarang bermain di liga top Portugal atau Inggris. Jika Anda melihat skuat itu, para pemain Italia jauh lebih tidak aktif,” ujarnya.

Ancelotti juga menyoroti bagaimana caranya sepakbola Italia memerangi pemborosan waktu . Menurutnya panjangnya perpanjangan waktu terkadang tidak diperlukan. Dalam kesempatan tersebut Ancelotti juga tak menyukai gagasan VAR di setiap ada panggilan mengecek pelanggaran.

“Saya tidak berpikir itu positif. VAR positif, itu harus ditingkatkan. Itu lahir sebagai alat bagi wasit untuk mencoba menghindari kesalahan yang jelas dan besar. Itu tidak dapat mengintervensi semua kontak di area tersebut, keputusan ada di tangan wasit,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA