Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Aplikasi Transaksi MLFF di Tol Nantinya Bakal Bebas Kuota Internet

Jumat 20 May 2022 22:21 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Sejumlah kendaraan melintas di ruas jalan tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Ahad (19/7/2020). Aplikasi sistem transaksi nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol Indonesia yakni Cantas nantinya direncanakan akan menjadi aplikasi yang bebas kuota internet.

Sejumlah kendaraan melintas di ruas jalan tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Ahad (19/7/2020). Aplikasi sistem transaksi nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol Indonesia yakni Cantas nantinya direncanakan akan menjadi aplikasi yang bebas kuota internet.

Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
RITS mencoba agar penerapan aplikasi dan solusi MLFF tidak jadi beban ke masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aplikasi sistem transaksi nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol Indonesia yakni Cantas nantinya direncanakan akan menjadi aplikasi yang bebas kuota internet.

Aplikasi ini dampaknya pada pemakaian data atau kuota internet. "Terkait pemakaian data ini juga kita dalam proses awal untuk melakukan kerja sama dengan operator telekomunikasi di Indonesia, karena nanti kita menjadikan aplikasi Cantas itu adalah aplikasi yang boleh dikatakan bebas kuota. Tetapi nantinya model bisnisnya seperti apa dengan operator itu yang sedang kita pikirkan," kata perwakilan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) Emil Iskandar dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga

Emil menjelaskan, sebagaimana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan, RITS mencoba agar penerapan aplikasi dan solusi MLFF tidak jadi beban ke masyarakat dalam bentuk biaya tambahan. Maka dari itu, kata Emil, RITS membuatkan solusi yang dinamakan Electronic On-Board Unit (e-OBU) dengan cara hanya mengunduh aplikasi.

"Dalam aplikasi tersebut sudah ada built-in OBU-nya sehingga pengguna tol tidak perlu lagi membeli OBU dalam bentuk fisik," kata Emil.

Selain itu Emil juga menekankan, RITS dalam hal ini bekerjasama dengan Bank Indonesia karena berkaitan dengan sistem pembayaran. "Pembayaran yang nanti terdapat dalam aplikasi kami ini sudah boleh dikatakan patuh dengan apa yang menjadi persyaratan atau requirement Bank Indonesia dalam melaksanakan sistem pembayaran di Indonesia," kata dia.

Berkaitan dengan non-exclusivity bahwa PT RITS juga tidak mengunci ke dalam satu skema ataupun satu instrumen pembayaran. "Tetapi kita juga membuka seluas-luasnya kepada seluruh instrumen pembayaran di Indonesia untuk bergabung atau terintegrasi dengan aplikasi Cantas. Namun dengan persyaratan atau eligibilitas yang harus dipenuhi oleh instrumen-instrumen pembayaran yang nantinya akan terintegrasi dengan aplikasi Cantas," ujar Emil.

Menurut dia, hal ini dikarenakan menyangkut sistem transaksi yang boleh dikatakan juga menunjang kelangsungan hidup rekan-rekan Badan Usaha Jalan Tol atau BUJT. "Jadi memang yang harus kita pastikan adalah pendapatan mereka (BUJT) tidak terganggu dengan penerapan teknologi ini," kata Emil.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA