Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Yoon dan Biden akan Kunjungi Operasi Angkatan Udara Korsel

Jumat 20 May 2022 18:55 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana mengunjungi pusat operasi Angkatan Udara utama di selatan Seoul

Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana mengunjungi pusat operasi Angkatan Udara utama di selatan Seoul

Foto: EPA-EFE/YONHAP
Yoon dan Biden berencana mengunjungi pusat operasi Angkatan Udara utama

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana mengunjungi pusat operasi Angkatan Udara utama di selatan Seoul selama kunjungan Biden. Kunjungan Biden ke Seoul terjadi di tengah kekhawatiran tentang Korea Utara (Korut) yang hampir sering menguji coba senjatanya.

"Yoon dan Biden akan mengunjungi Pusat Operasi Udara dan Luar Angkasa Korea (KAOC) yang terletak di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, 70 kilometer selatan ibu kota, pada Minggu, hari terakhir kunjungan tiga hari Biden," kata kantor kepresidenan Korsel dalam pernyataannya, Jumat (20/5/2022) dikutip laman Yonhap News Agencies.

Baca Juga

Acara bersama telah diatur guna mempererat hubungan kedua negara hingga berusaha untuk memperkuat koordinasi keamanan di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan provokasi Korut, seperti rudal balistik jarak jauh dan uji coba nuklir. "Di KAOC, Yoon dan Biden akan diberi pengarahan tentang operasinya dan mendorong anggota layanan Korea Selatan dan AS," kata kantor kepresidenan.

Awal pekan ini, wakil kepala pertama Kantor Keamanan Nasional kepresidenan Korsel, Kim Tae-hyo mengatakan bahwa Yoon dan Biden berencana untuk melakukan jadwal bersama di bawah tema keamanan ekonomi dan ekonomi setiap hari hingga Minggu.

Pesawat komando dan kontrol E-4B militer AS terbang di atas Jepang sebelum kedatangan Biden di Asia. Pesawat, yang disebut Doomsday Plane, diketahui dimaksudkan untuk melayani sebagai pusat komando bergerak jika terjadi serangan nuklir atau kontinjensi lainnya.

AS dan Korsel pun sudah mempersiapkan Plan B atau rencana kesiapan jika Korut melakukan uji coba nuklir atau senjata lain di tengah kunjungan Biden ke negeri ginseng.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA