Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Banyumas Perketat Pemeriksaan Pasar Hewan Usai Enam Sapi Terjangkit PMK

Jumat 20 May 2022 14:54 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Agus raharjo

Pemeriksaan PMK pada sapi di Pasar Hewan Ajibarang, Kab. Banyumas.

Pemeriksaan PMK pada sapi di Pasar Hewan Ajibarang, Kab. Banyumas.

Foto: Republika/Idealisa masyrafina
Tiga sapi yang bergejala PMK sudah dipotong di rumah pemotongan hewan di Banyumas.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Kabupaten Banyumas kembali menemukan tiga sapi terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebelumnya wilayah ini menemukan tiga sapi yang positif PMK usai uji laboratorium di Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkanak) Banyumas, Sulistiono, ketiga sapi yang ditemukan bergejala sebelumnya sudah dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH). "Hasilnya positif yang tiga ekor itu, sudah dipotong di RPH Wangon," ujar Sulistiono kepada Republika.co.id, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, meskipun sudah ditemukan sapi yang positif PMK, pihaknya tidak berencana untuk menutup pasar hewan. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinkanak Banyumas, Jan Aririjadi menambahkan, saat ini telah ditemukan lagi tiga ekor sapi terindikasi PMK di daerah Sumbang.

"Tidak kami periksakan di Wates karena disana banyak pemeriksaan dari DIY, Jateng dan Jatim, mereka mendahulukan yang belum diperiksa. Banyumas sudah ada positif PMK, jadi datanya hanya direkap oleh Wates," jelas Jan.

Dari ketiga ekor sapi tersebut, satu ekornya harus disembelih karena sulit untuk disembuhkan. Sapi tersebut dalam kondisi bunting, dan menurut Jan, ternak dalam kondisi bunting memang rentan sakit dan sulit untuk disembuhkan. Sedangkan dua ekor sapi lainnya masih dalam pengobatan di karantina.

Proses pengobatan yang dilakukan yakni dengan memberikan obat-obatan untuk gejala PMK, serta meningkatkan kualitas gizi dan stamina sapi. "Dua ekor ini masih dalam pemantauan dan sudah menunjukkan perbaikan. Penyakit ini agak lama sembuhnya, tapi banyak yang bisa sembuh," kata Jan.

Dengan banyaknya wilayah di Jawa Tengah yang terkena PMK, Dinkanak Banyumas kini memperketat lalu lintas ternak di pasar hewan. Hewan-hewan ternak yang tidak sehat, tidak diperbolehkan untuk masuk ke pasar hewan.

Untuk mengecek ternak-ternak tersebut, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di Banyumas diterjunkan ke pasar hewan dan ke kandang-kandang para peternak. Puskeswan Banyumas bertugas di pasar hewan Sokaraja, sedangkan Puskeswan Cilongok untuk pasar hewan Ajibarang.

"Pengecekan di pasar hewan dilakukan sesuai jadwal pasar yaitu setiap Rabu dan Sabtu. Petugas puskeswan tiap hari juga keliling ke kandang untuk pengecekan," kata Jan.

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA