Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

PDIP Sentil Menteri yang Prioritaskan Agenda Individunya untuk Nyapres

Jumat 20 May 2022 14:31 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus raharjo

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan) mencoba memasak ketika meninjau acara demo memasak tanpa minyak goreng di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (28/3/2022). Kegiatan demo masak ini digelar untuk menunjukkan betapa Indonesia adalah negara kaya pangan, dan banyak cara untuk mengolah bahan pangan menjadi masakan-masakan yang lezat dan bergizi.Prayogi/Republika.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan) mencoba memasak ketika meninjau acara demo memasak tanpa minyak goreng di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (28/3/2022). Kegiatan demo masak ini digelar untuk menunjukkan betapa Indonesia adalah negara kaya pangan, dan banyak cara untuk mengolah bahan pangan menjadi masakan-masakan yang lezat dan bergizi.Prayogi/Republika.

Foto: Prayogi/Republika.
Posisi menteri bukan sebagai alat pergerakan menjadi capres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengingatkan para menteri di Kabinet Indonesia Maju untuk fokus membantu Presiden Joko Widodo pascapandemi Covid-19. Bukan malah memprioritaskan agenda individunya untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Menteri punya tanggung jawab moral untuk membantu Presiden, punya tanggung jawab kepemimpinan untuk bekerja untuk rakyat," ujar Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga

Ia memahami, jika adanya menteri yang memiliki cita-cita untuk masa depan Indonesia lewat Pilpres 2024. Namun ia mengingatkan, skala prioritas mereka yang ada di Kabinet Indonesia Maju adalah bekerja untuk rakyat.

"Cita-cita tidak boleh mengalahkan skala prioritas utama bagi kerja untuk rakyat, semuanya harus inheren (melekat)," ujar Hasto.

Para menteri harus bekerja dan mencetak prestasi dengan menjadikan rakyat sebagai alasan utama. Bukan menjadikan posisi tersebut sebagai alat pergerakan dan persiapan diri untuk menjadi calon presiden (capres) di 2024.

"PDIP percaya kalau mencetak prestasi, diakui rakyat, maka akan bangun legitimasi kepemimpinan menteri. Itu yang harus dilakukan, bukan pencitraan yang dikedepankan, bukan bergerak untuk calon presiden," ujar Hasto.

"Gerak untuk mencetak prestasi bagi rakyat yang dikedepankan, maka otomatis rakyat akan apresiasi. Itu hukum dalam demokrasi, harusnya para menteri memahami," sambungnya.

Populi Center merilis hasil survei terkait pendapat publik terhadap menteri di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo jika maju sebagai capres 2024. Hasilnya, terdapat empat menteri yang paling dipilih responden untuk menjadi presiden selanjutnya.

Teratas ada Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan 37,1 persen. Selanjutnya, ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dengan 23,0 persen.

"Erick Thohir 8,0 persen dan Airlangga Hartarto 2,3 persen. Memang yang belum memutuskan 22,4 persen dan menolak menjawab 7,2 persen," ujar Deputi Direktur Populi Center, Rafif Pamenang Irawan dalam rilis daringnya, Ahad (24/4).

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA