Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Sejarah, akan Ada Wasit Perempuan di Piala Dunia untuk Pertama Kalinya

Jumat 20 May 2022 14:03 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Wasit wanita.

Wasit wanita.

Foto: Arab News
Pierluigi Collina mengatakan, para wasit wanita ini yang terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Wasit perempuan akan mencatatkan sejarah di Piala Dunia Qatar. Untuk pertama kalinya dalam turnamen sepak bola pria, dimana Piala Dunia menjadi kompetisi paling populer di bumi, akan ada wasit perempuan di lapangan. FIFA mengumumkan bahwa ada tiga wasit dan asisten wasit perempuan, yang menjadi bagian dari 129 ofisial untuk bertugas di Piala Dunia 2022.

Stephanie Frappart memimpin daftar enam wasit perempuan untuk Qatar. Wasit asal Prancis itu telah memimpin pertandingan kualifikasi Piala Dunia, Liga Champions dan final Piala Dunia Wanita 2019. Saat ini, ia juga memimpin pertandingan Piala Prancis pria. ''Seperti biasanya, kriteria yang kami gunakan adalah kualitas, dan terpilih untuk memimpin pertandingan resmi di level tertinggi untuk menjadi wasit di seluruh dunia,'' kata ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, dikutip dari Marca, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga

Collina menegaskan, FIFA mengutamakan kualitas dalam memilih wasit, bukan berdasarkan gender. Salima Mukansanga dari Rwanda dan Yoshimi Yamashita dari Jepang, juga masuk dalam 36 wasit yang dipersiapkan untuk 64 pertandingan di Piala Dunia Qatar. 69 asisten wasit, termasuk Neuza Back dari Brasil, Karen Diaz Medina dari Meksiko, serta Kathryn Nesbit dari Amerika Serikat merupakan nama lain dari wasit perempuan yang akan beraksi di Qatar.

Menurut Collina, semua nama wasit perempuan itu dipilih untuk Piala Dunia karena secara konsisten mampu memimpin pertandingan di level tertinggi. FIFA mengungkapkan, ada 50 wasit dan trio asisten yang mulai dipersiapkan pada 2019 untuk bertugas di Piala Dunia. Namun proyek tersebut terhambat oleh pembatasan selama pandemi Covid-19.

''Saya berharap di masa depan pemilihan wasit  wasit wasit untuk pertandingan elite kompetisi pria akan menjadi sesuatu yang normal dan tidak lagi sensasional,'' kata Collina, yang merupakan mantan wasit dari Italia tersebut.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA