Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Wagub Jabar Serahkan 56 Ton Beras ke Korban Banjir Pangandaran

Jumat 20 May 2022 01:13 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Foto udara lahan pertanian yang terendam banjir di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (ilustrasi)

Foto udara lahan pertanian yang terendam banjir di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (ilustrasi)

Foto: . ANTARA/Adeng Bustomi
Banjir merendam 517 hektare sawah produktif milik warga.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan 56 ton beras bantuan Pemprov Jawa Barat kepada warga terdampak banjir di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Banjir merendam 517 hektare sawah produktif milik warga yang mengakibatkan kerugian para petani Paledah.

"Saya hadir menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir," ujar Uu Ruzhanul Ulum saat menyerahkan bantuan di kantor Desa Paledah, Kabupaten Pangandaran, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga

Uu menilai, perlu kerja sama semua stakeholders menyelesaikan persoalan banjir menahun di kawasan ini. Dalam hal ini Pemprov Jabar, Pemda Kabupaten Pangandaran, Pemda Kabupaten Ciamis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy harus berkolaborasi. Sebab air yang menggenangi kawasan Paledah (Pangandaran) berasal dari luapan Sungai Citanduy yang mengalir dari Lakbok, Kabupaten Ciamis.

"Sebelumnya saya pernah ke sini juga perkara banjir, solusinya tidak bisa satu daerah, karena nyambung dengan Ciamis di antaranya daerah Lakbok," kata Uu. 

Uu mengatakan, Pemprov Jabar sempat merencanakan membangun embung di kawasan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Sehingga air yang meluap di aliran Sungai Citanduy dapat ditampung. 

Embung juga dapat berfungsi sebagai sarana irigasi di kala musim kemarau. Selain itu, pengerukan dan penyodetan Sungai Citanduy juga dapat menjadi solusi. Maka, sekali lagi, diperlukan kolaborasi dengan para pihak terkait. "Atau pengerukan aliran sungai dan lainnya, kemudian sodetan agar air mengalir lancar," katanya.

Oleh karena itu perlu inovasi dan kolaborasi supaya di sini tidak ada banjir langganan. "Kasihan masyarakat. Sekarang kita sedang mendorong swasembada pangan, tapi potensi sawah terganggu diabaikan," kata Uu 

Dia mengatakan, pemerintah akan segera mengadakan rapat dengan mengundang BBWS dan perwakilan dari warga di wilayah itu. "Mudah-mudahan ini dapat berjalan lancar," imbuhnya.

Kepala Desa Paledah Sano mengucapkan terimakasih atas bantuan sebagai bentuk perhatian Pemprov Jabar untuk masyarakat Paledah yang terdampak banjir. "Bantuan beras dapat menunjang ketersediaan pangan," kata Sano. Sano berharap ada solusi bagi banjir yang menggenangi lahan persawahan di Desa Paledang. 

Sementara itu, sebanyak 517 hektare sawah yang terendam merupakan salah produktif yang bisa menghasilkan lima hingga enam ton sawah per hektarnya. Adapun dalam setahun sawah diperkirakan bisa dua kali panen.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA